Berita Palembang

Korban Kebakaran di Jalan Mayjen Yusuf Singedekene Keramasan Harapkan Bantuan Walikota Palembang

Korban Kebakaran di Jalan Mayjen Yusuf Singedekene Kelurahan Keramasan Harapkan Bantuan Walikota Palembang

Penulis: Haris Widodo | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Beberapa material sudah didapatkan dari sejumlah perusahaan swasta untuk korban di Jalan Mayjen Yusuf Singedekene Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati RT 22 RW 05 Palembang, Senin (20/5/2019). 

Korban Kebakaran di Jalan Mayjen Yusuf Singedekene Kelurahan Keramasan Harapkan Bantuan Walikota Palembang

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Para korban kebakaran di Jalan Mayjen Yusuf Singedekene Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati RT 22 RW 05 yang menghanguskan 11 rumah tangga, 13 KK dan terdiri dari 48 jiwa mengharapkan bantuan Walikota Palembang.

Neliana, salah satu korban yang rumahnya terbakar pada April lalu mengatakan bahwa dirinya ingin sekali meminta bantuan kepada pemerintah kota Palembang.

“Kami ingin sekali seperti warga 1 Ulu yang rencananya rumah milik korban kebakaran di sana akan dibangun ulang. Kami harap Walikota Palembang mendengar permintaan kami ini,” ujarnya kepada Sripoku.com, Senin (19/5/2019).

Ia menambahkan bahwa sudah 1 bulan ia beserta keluarga menginap bersama keluarganya untuk saat ini.

Setelah itu barulah ia kembali ke posko tenda yang didirikan oleh kementerian sosial RI.

Dari keteranagannya sudah banyak instansi swasta yang memberikan bantuan.

Mulai dari bank yang menyumbang sebanyak 12.000 batu bata untuk 8 rumah dan 6 karung semen serta 1 truk pasir.

Beberapa material sudah didapatkan dari sejumlah perusahaan swasta untuk korban di Jalan Mayjen Yusuf Singedekene Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati RT 22 RW 05 Palembang, Senin (20/5/2019).
Beberapa material sudah didapatkan dari sejumlah perusahaan swasta untuk korban di Jalan Mayjen Yusuf Singedekene Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati RT 22 RW 05 Palembang, Senin (20/5/2019). (SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO)

Material tersebut akan digunakan untuk membangun rumah yang terbakar.

Sementara itu warga yang lainnya bernama Khaidir mengatakan terpaksa harus membangun rumahnya sendiri akibat terbakar.

"Ini saya gali lagi pondasi rumahnya karena tak layak dilanjutkan lagi atau bahannya mudah rapuh," ujarnya.

Selain itu juga jarak kabel listrik dari rumahnya harus disesuaikan bila tidak nanti bangunan tersebut akan terkena kabel listrik dari PLN.

Dari keterangannya hanya beberapa warga yang mulai membangun ulang bangunan rumahnya.

Selain itu masih ada korban yang menumpang tinggal dengan keluarganya dan ada juga menumpang ke tetangga sekitar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved