Semarak Ramadan 2019

Isi Ramadan dengan Manasik Haji Gratis

Pengurus Masjid Jamaaatur Rahmah lebih memilih menggelar manasik haji gratis untuk mengisi Semarak Ramadan

Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
SRIPOKU.COM/HUSIN
MANASIK --H Fauzuddin SKM, MSi memberikan manasik haji gratis semarak ramadan di masjid Jammaatur Rahmah Maskarebet 

LAPORAN WARTAWAN SRIPOKU.COM/MUHAMMAD HUSIN


SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Jika kebanyakan pengurus masjid mengisi Semarak Ramadan dengan menggelar pesantren kilat dan lomba hafalan ayat Alquran, suasana berbeda di Masjid Jammaatur Rahmah di wilayah Rt 73/01 Kelurahan Talangkelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang. Sejak Tahun 2018, pengusus masjid lebih memilih menggelar kegiatan Manasik Haji Gratis bagi calon jemaah haji reguler maupun khusus, yang dipastikan berangkat Tahun 2019.

Kegiatan digelar setiap Ahad selama ramadan pukul 08.30-14.00.

"Kalau kegiatan pesantren kilat, itu sudah biasa. Begitu juga dengan lomba-lomba hafalan ayat Alquran. Kami pengurus lebih memilih mengadakan kegiatan manasik haji karena ingin membantu memberikan pemahaman yang utuh dengan haji," kata Ketua Pengurus Masjid Jammaatur Rahmah RM Syukri didampingi Bendahara Masjid Asnawi Badrun, Minggu (19/5).

Menurutnya, kegiatan manasik haji gratis yang digelar di Ramadan 2019 ini merupakan tahun kedua dan terbuka untuk umum, baik bagi calon jemaah haji yang sudah mengikuti bimbingan haji di KBIH maupun haji mandiri yang mengikuti manasik diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palembang.

Bahkan, kegiatan manasik juga diikuti beberapa calon jemaah haji khusus dari beberapa biro perjalanan haji dan umrah di Palembang.

Terkait materi yang disajikan, ungkap RM Syukri, lebih kepada pematapan, evaluasi dan menyebaran informasi terbaru terkait pelaksanaan haji.

Pasalnya, masing-maisng jemaah haji sudah diberikan pembekalan oleh kelompok bimbingan haji yang diikutinya.

Namun begitu, tidak menutup kemungkinan hal-hal prinsip terkait haji dan umrah, seperti rukun dan wajib haji kembali diingatkan untuk merefresh, begitu juga dengan pengertian sanksi (dam) yang harus ditunaikan oleh jemaah haji, jika melanggar ketentuan haji.

Metodelogi yang dipakai selama penyajian materi, nara sumber lebih memberikan peluang kepada calon jemaah haji untuk bertanya dan dijawab langsung sehingga dengan konsep face to face, diharapkan jemaah haji paham apa yang harus dilakukan sehingga tujuan akhirnya jemaah haji menjadi cerdas dan mengerti apa yang harus dilakukan selama berada di Mekkah dan madinah.

"Bahkan, kita juga memastikan jemaah haji paham memakai pakaian ihram," katanya.

Di Minggu kedua kemarin, pengurus masjid menghadirkan dua nara sumber dari Dinas Kesehatan Sumsel. Keduanya H Sumarman SKM, Mkes (petugas kesehatan haji Non Kloter 2016 bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia) di Madinah dan H Fauzudin SKM, MSi (Petugas bidang haji Dinkes Sumsel dan bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah Tahun 2019).

Mereka memberikan informasi update terkait persoalan yang dialami jemaah haji, khususnya terkait kesehatan dan perawatan jemaah haji di rumah sakit.

Sementara agenda manasik Ahad ketiga (Minggu III), 26 Mei 2019 memdatang, pengurus Masjid Menghadirkan dr Hj Nyanyu Latifah (pernah bertugas sebagai dokter kloter/TKHI tahun 2017) dan perawat Hj Rita Apriyani (Petugas TKHI Kloter 10 2017).

"Minggu terakhir, materi terkait persoalan kesehatan jemaah haji dan kiat sehat selama berhaji," kata RM Syukri, seraya menambahkan, materi sesi ke II dilanjutkan 'Cara praktis membawa barang bawaan dan efisien isi tas jamaah yang dismapaikan Hj Andri Kartikasari AMd. (sin/diw)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved