300 Ulama, Habaib, Pimpinan Ponpes dan Cendekiawan Muslim se-Sumsel Sampaikan 9 Maklumat Multaqo

Sebanyak 300 Tokoh Ulama, Habaib, Pimpinan Ponpes dan Cendekiawan Muslim se-Sumsel Sampaikan Maklumat Multaqo di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang

300  Ulama, Habaib, Pimpinan Ponpes dan Cendekiawan Muslim se-Sumsel Sampaikan 9 Maklumat Multaqo
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Inisiator PW NU Ustadz Heri Chandra SKom didampingi PW Muhammadiyah DR Romli, MUI Lutfi Idzudin, Prof DR Srozi Phd, Forpes KH Jamian mewakili perwakilan tokoh-tokoh menyampaikan ada 9 maklumat. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sebanyak 300 Tokoh Ulama, Habaib, Pimpinan Ponpes dan Cendekiawan Muslim se-Sumsel Sampaikan Maklumat Multaqo di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Minggu (19/5/2019).

Panitia Multaqo, Nur Salim Habibi dalam laporannya mengatakan kegiatan ini digagas bersama Pengurus NU, ulama habaib, Pimpinan Ponpes dan Cendekiawan Muslim se-Sumsel, perhelatan politik nasional melalui Pemilihan Umum Tahun 2019 telah berjalan sesuai dengan amanat konstitusi dan peraturan per-Undang-Undangan.

Pemilu merupakan media permusyawaratan tertinggi dari rakyat, pemilu adalah saluran pengenjawantahan hak-hak untuk memilih pemimpin dan para wakilnya setiap lima tahun sekali.

Untuk itu ia mengajak seharusnya sama-sama kita hargai dan hormati keputusan politik rakyat, menjaga dan mengawal proses politik atau tahapan pemilu tersebut sesuai dengan mekanisme yang ada secara damai, harmoni, aman dan tertib demi kesinambungan pembangunan nasional.

"Sehubungan hal tersebut, kami para ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren dan cendikiawan Muslim se-Sumatera Selatan melalui forum Multaqo ini menyampaikan maklumat sebagai berikut," ujarnya.

Inisiator PW NU Ustadz Heri Chandra SKom didampingi PW Muhammadiyah DR Romli, MUI Lutfi Idzudin, Prof DR Srozi Phd, Forpes KH Jamian mewakili perwakilan tokoh-tokoh menyampaikan ada 9 maklumat sebagai seruan damai Indonesia agar melepaskan atribut pendukung Paslon 01 maupun Paslon 02.

"Hilangkan gesekan akibat pemilihan presiden. Kita semua berkewajiban untuk mengawal Indonesia yang baldhatun toyobatul warobun ghofur. People power kita sudah selesai. Tanggal 17 April kita sudah berbondong-bondong ke TPS. Siapapun Presiden terpilih itu sudah takdir Allah SWT. Kita harus tetap tenang dan legowo siapa yang terpilih nanti diumumkan KPU pada tanggal 22 Mei 2019 nanti. Kita serahkan hasilnya nanti kepada Bawaslu dan KPU demi NKRI kita harus legowo menerimanya. Demikianlah dari Pengurus Wilayah Nahadatul," kata Heri Chandra SKom.

Adapun 9 maklumat itu yakni:

1. Umat Islam agar memanfaatkan momentum bulan suci ramadhan ini untuk mencapai ketaqwaan yang sempurna, meningkatkan Taqorub kepada Allah SWT dan senantiasa berdoa untuk Bangsa agar tetap kondusif, tentram, aman dan damai.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved