Wanita Tewas Dimutilasi

Update Mutilasi Vera Oktaria, Suhartini: Nyawa Harus Dibayar Nyawa, Pembunuhnya Juga Harus Merasakan

Update Mutilasi Vera Oktaria, Suhartini: Nyawa Harus Dibayar Nyawa, Pembunuhnya Juga Harus Merasakan

Update Mutilasi Vera Oktaria, Suhartini: Nyawa Harus Dibayar Nyawa, Pembunuhnya Juga Harus Merasakan
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Ibunda Vera Oktaria, mayat perempuan yang dimutilasi dan ditemukan di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba, Sabtu (11/5/2019) akhirnya terkuak. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jumat 10 Mei 2019 lalu, masyarakat Sumatera Selatan khususnya Palembang dihebohkan dengan penemuan mayat seorang karyawati sebuah minimarket yakni Vera Oktaria.

Mayat Vera Oktaria ditemukan dalam kondisi dimutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Hingga hari ini aparat berwenang belum berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap Vera Oktaria.

Ibu Vera Oktaria, Suhartini (50) masih terus menanti kabar ditangkapnya pelaku pembunuh sekaligus yang telah memutilasi putri kandungnya tersebut.

Suhartini mengungkapkan sebenarnya dia sudah pernah diperingatkan oleh pihak guru tempat Prada DP dan Vera bersekolah dulu.

Kebetulan sepasang kekasih itu sama-sama mengenyam bangku pendidikan di salah satu sekolah swasta di kota Palembang.

Sakit Hati Anaknya Dibunuh, Ibu Vera Korban Mutilasi Tolak Tawaran Damai

Dikenal Posesif, Prada DP Terduga Pelaku Mutilasi Vera Oktaria Mengemis Cinta hingga ke Bengkulu

BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuh Wiwik Wulandari Siswi SMP di Lubuklinggau Akhirnya Terungkap

Unggah Foto Menyusui Bayinya & Tulis Air Susu Ibu Tajir, Nikita Mirzani Bikin Netizen Salah Fokus

Dulu Banjir Penggemar, Kini 5 Artis Ini Hilang Bak Ditelan Bumi, No 5 Ternyata Jadi Perias Jenazah

 

"Guru-guru di sekolahnya tahu bagaimana bengisnya anak itu (Prada DP). Itu kenapa saya dulu sudah pernah diperingatkan sama wali kelasnya Vera," ujar Suhartini sebagaimana dilansir Tribun Sumsel, Sabtu (18/5/2019).

Suhartini, guru tersebut pernah bercerita bahwa Prada DP pernah melakukan tindakan kekerasan pada salah seorang teman sekolah.

Dugaan penyebabnya karena rasa cemburu karena siswa tersebut berani mendekati Vera.

"Kalau tidak salah sih karena cemburu atau apa, saya juga kurang paham juga. Tapi waktu saya ambil rapot Vera saat kenaikan kelas, gurunya bilang kenapa Vera diizinkan pacaran sama anak itu (Prada DP). Saya jawab, tidak Bu, mereka tidak pernah kami izinkan pacaran," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved