Berita Palembang

Pesanan Tanah Timbunan Dibayar Cek Kosong, Warga Banyuasin Ini Rugi Hingga Rugi Rp728 Juta

Pesanan Tanah Timbunan Dibayar Cek Kosong, Warga Banyuasin Ini Rugi Hingga Rugi Rp728 Juta

Pesanan Tanah Timbunan Dibayar Cek Kosong, Warga Banyuasin Ini Rugi Hingga Rugi Rp728 Juta
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Sudarman (31) melapor ke Polresta Palembang karena pembayaran tanah timbunan dibayar cek kosong, Sabtu (18/5/2019). 

Pesanan Tanah Timbunan Dibayar Cek Kosong, Warga Banyuasin Ini Lapor ke Polresta Palembang Rugi Rp728 Juta

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sudarman (31) warga Desa Pangkalan Gelebek Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Sabtu (18/5/2019), mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Sudirman mengaku telah ditipu oleh An (40) warga Ogan Ilir bersama dua temannya.

Sudirman menuturkan kejadian itu dialaminya pada Jumat (17/9) sekitar pukul 14.00 di OPI Mall Jakabaring.

"Saat itu kami janjian di OPI Mall untuk transaksi pembayaran pemesanan tanah timbun yang telah dipesan oleh An pak," ujar Sudarman.

Kemudian An memberikn tiga cek dengan lebel bank BRI.

Namun pada saat pencairan di bank bukan uang yang didapatkan Sudarman tapi pencarian tidak bisa dilakukan akibat saldo tidak mencukupi.

"Saya kira dalam pencairannya tidak ada masalah tapi malah uang pembayarannya tidak dapat dicairkan akibat saldo tidak mencukupi, akibatnya saya mengalami kerugian Rp728 juta pak," kata Sudarman.

Kemudian Sudarman mencoba menghubungi An tapi nomornya tak kunjung aktif.

"An ini pak baru saya kenal, kemudian dia memesan tanah timbunan kepada saya untuk menimbun di wilayah TPA Kertapati," katanya.

Lalu, dibuatlah surat perjanjian suplai material tanah merah.

"Awalnya saya tidak percaya pak dengan An, tapi dengan adanya surat perjanjian saya lantas percaya pak. Jadi saya kirimkan tanah merah secara bertahap dengan total 258 tronton," katanya lagi.

Kasat Rerserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kombes Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penipuan yang dialami pelapor.

"Laporan sudah kita terima dan akan kita tindaklanjuti laporan tersebut, untuk terlapor bila terbukti bersalah akan dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara," tutupnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved