Lapor Mang Sripo

Jangan Lupakan Keamanan Kereta Api

kami berharap, keamanan transportasi kereta api untuk ditingkatkan. Misal, di rel kereta itu sendiri. Mungkin sudah bisa dilakukan pengecekan dari sek

Jangan Lupakan Keamanan Kereta Api
Sriwijaya Post edisi cetak
Jangan Lupakan Keamanan Kereta Api. 

SRIPOKU.COM - Momen mudik lebaran, yang kini tinggal menghitung hari, akan membuat transportasi umum rami. Salah satunya kereta api, yang menjadi alternatif selain transportasi darat, udara, dan air.

Untuk itu, kami berharap, keamanan transportasi kereta api untuk ditingkatkan. Misal, di rel kereta itu sendiri. Mungkin sudah bisa dilakukan pengecekan dari sekarang kalau-kalau ada yang bermasalah. Fasilitas di sekitar rel juga mungkin sudah saatnya dicek, termasuk palang saat kereta melintas.

Begini Cara Beli Tiket Kereta Api di Indomaret atau Alfamart dari Kasir atau LCD di Minimarket

Lebaran Idul Fitri Masih Dua Bulan Lagi, Tiket Kereta Api Ekonomi Sudah Ludes Terjual

Jangan lupakan pula bagian dalam keretanya, mungkin perlu ditempatkan aparat berwajib mengingat ramainya pemudik yang menggunakan kereta api. Sebab itulah, kami mengharapkan keamanan tingkat tinggi juga diberlakukan untuk transportasi kereta api.
0823725469xx

Jawaban
Penjaga pintu perlintasan kereta api ditambah menjelang memasuki musim mudik lebaran oleh pihak Direktorat Keselamatan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengendara saat melintas di jalur kereta api.

Kalau di setiap perlintasan baik yang berpalang pintu atau tidak, pasti terpasang rambu untuk berhati-hati dan stop, maka para pengguna jalan harus waspada dan mematuhi rambu itu dan kalau akan melanjutkan perjalanan dengan melihat ke arah kanan- kiri, apabila tidak ada kereta yang melintas baru lanjut.

PT KAI pun terus gencar melakukan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api melalui himbauan di media massa, FGD, maupun dengan sosialisasi langsung bersama komunitas pencinta kereta api, karena aturan yang ada pun sudah jelas, salah satunya Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 114 menyatakan bahwa pada pelintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api.

Dan, pada pasal 296 disebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada pelintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Kami meminta agar masyarakat selalu waspada ketika melintasi setiap rel, untuk tidak menerobos, selalu memperhatikan rambu dan sirene yang biasa dibunyikan apabila kereta akan lewat. (axl)

Aida Suryanti
Manager Humas PT KAI

Keterangan:
Jika Anda ingin menyampaikan keluhan, kritik dan saran tentang pelayanan publik, silahkan mengirimkan ke: SMS: 0811710188, Fax: 0711-447071, E-mail: sriwijayapost@yahoo.com, Facebook: Sriwijaya Post

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved