Final Liga Champions: Liverpool Berburu Gelar ke-6 Sebagai Obat Kegagal di Liga Inggris

Final Liga Champions: Liverpool Berburu Gelar ke-6 Sebagai Obat Kegagal di Liga Inggris

Final Liga Champions: Liverpool Berburu Gelar ke-6 Sebagai Obat Kegagal di Liga Inggris
https://www.google.co.id/
Ilustrasi - Tottenham Hotspur Vs Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano. Liverpool buru gelar ke-6 

Final Liga Champions: Liverpool Berburu Gelar ke-6 Sebagai Obat Kegagalan di Liga Inggris

SRIPOKU.COM-Musim 2019 ini sebenarnya menjadi milik Liverpool, namun gagal menjadi Juara Liga Inggris, setelah kalah poin dari seteru terdekatnya Manchester City, The Red sebenarnya memiliki peluang double winner karena sudah merebut tiket final Figa Champions.

Pencapai ini memang tidak mudah, Liverpool butuh waktu untuk tampil gemilang dan atraktif baik di Liga Inggris maupun Liga Champions, meski akhirnya harapan juara Liga Inggris pupus, Liverpool yang melaju ke final Liga Champions bertekad merebut gelar ke-6 demi membayar pelipur lara.

Tim asuhan Jurgen Klop Ini dianggap mumpuni meracik skuat Liverpool, dan bisa mengungguli rivalnya Tottenham Hotspur di Final Liga Champions yang berlangsung Minggu, 2 Juni mendatang. Maka itu mereka melupakan sejenak kegagalan di Liga Inggris dan fokus menghadapi Liga Champions.

"Seluruh dari kami memang berjuang dan tiada waktu untuk santai, hingga final berakhir. Kami tidak bisa merebut Liga Inggris, tetapi satu kaki kami sudah mencapai prestasi terbaik, meski harus berjuang keras di final nanti," ujar Jurgen Klopp.

Liverpool yang diperkuat sejumlah pemain top seperti Mohamed Salah, Roberto Firmino memang tampil luar biasa. Buktinya mereka Tampil atraktif di Premier League atau Liga Inggris.

Meski kemudian gagal juara, namun rekor Liverpool yang mengumpulkan 97 poin dan cuma kebobolan 22 gol. Bahkan mereka cuma kalah sekali dan lebih dari 100 hari menguasai puncak klasemen Premier League, sebenarnya lebih dari cukup untuk meraih juara.

Sayang mereka kalah dari Manchester City yang juga tampil atraktif di bawah asuhan Pep Guardiola.

Seperti diketahui, Liverpool gagal jadi juara karena Manchester City tampil lebih hebat dan jadi juara dengan hanya unggul satu poin. Padahal City kalah empat kali sepanjang musim ini, tapi mereka meraih 32 kemenangan, dua lebih banyak ketimbang Liverpool.

Wajar hasil ini membuat kecewa para pemain yang sudah berjuang begitu keras mengakhiri puasa gelar liga selama 29 tahun.

Halaman
123
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved