Pilpres dan Perangkap Konspirasi Global

Pilpres dan Perangkap Konspirasi Global, Setelah babak pencoblosan pemilu 17 April lalu.

Pilpres dan Perangkap Konspirasi Global
Dok. Pribadi
Anwar Hudijono, wartawan senior tinggal di Sidoarjo. 

Dalam rangka membalas dendam terhadap pengikut Zulkarnen, mereka bertiwikrama dengan menjadi "Trilogi Perusak". Sebuah tiwikrama yang merunut pada kesejaharan Mesir kuno yang juga berkuasa di dunia. Trilogi Perusak itu adalah Firaun, Qorun dan Bal'am.

Merunut pada pemikiran Dr Ali Shariati dalam bukunya, Haji, Firaun adalah subyek atau simbol politik despotisme, penindasan. Qorun adalah simbol ekonomi kapitalisme, keserakahan absolut. Bal'am adalah simbol kemunafikan.

Dalam menjalankan politik despotisme Firaun memiliki kaki tangan yaitu militer, polisi, inteljen, preman dll. Mereka semuanya adalah alat kekerasan. Seorang despotis atau rejim otoriter bisa saja dipilih melalui proses demokrasi seperti pemilu. Tetapi setelah berkuasa tidak menjadi pemimpin yang demokratis tapi memerintah secara otoriter dan menindas.

Dalam menjalankan kapitalisme serakahnya, Qorun memiliki kaki tangan yaitu rentenir, lembaga keuangan bank maupun non bank, lembaga monopoli dan oligopoli. Bursa saham dan sebagainya. Mereka mengatur dan memainkan sistem moneter dunia seringan memutar piringan kasino.

Mereka ini yang digambarkan oleh Rasulullah SAW, seadainya sudah diberi satu sungai berisi emas mereka akan meminta dua sungai. Jika sudah diberi dua sungai akan meminta tiga sungai dan seterusnya. Mereka baru berhenti ketika mulutnya disumbat dengan tanah. Seperti Qorun yang selesai karena dirinya dan seluruh hartanya ditenggelamkan ke dalam tanah oleh Allah. Orang-orang kaya yang bersikap seperti Qorun inilah yang menyebabkan Allah menghacurkan suatu bangsa (Quran Surah Al Isra ayat 16).

Bal'am adalah sosok manusia super cerdas. Jika di pewayangan adalah Sengkuni. "Tidak ada manusia yang cerdas melebihi Sengkuni. Tapi sangat disayangkan kecerdasannya bukan untuk kemaslahatan manusia tetapi untuk berbuat kerusakan,"kata Krisna dalam Mahabarata.

Bal'am intelektual sekaligus ulama. Ilmuwan sekaligus teknokrat. Dalam menjalankan kemunafikannya, Bal'am memiliki kaki tangan. Misalnya, ulama suu atau ulama jahat. Yaitu ulama yang menjadikan agama sebagai barang dagangan yang dijual kepada penguasa untuk kepentingan sendiri maupun golongannya. Intelektual tukang yaitu yang menggunakan kecerdasannya untuk dijual demi mengeruk keuntungan material semata.

Ada dukun-dukun sihir sampai tukang klenik. Ada juga buzzer adalah mereka yang mencari uang dengan memaki-maki, menyebar hoax. Mereka telah ditulis di Quran surah Al Humazah. Mereka adalah calon penghuni nereka khutomah.

Kaki tangan Bal'am ini melakukan agitasi propaganda. Cuci otak terhadap rakyat. Melakukan penipuan dan kebohongan. Karena kecerdasannya, strategi dan taktik Bal'am sangat sulit diketahui.

Mencegah kerusakan

Halaman
1234
Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved