Pilpres dan Perangkap Konspirasi Global

Pilpres dan Perangkap Konspirasi Global, Setelah babak pencoblosan pemilu 17 April lalu.

Pilpres dan Perangkap Konspirasi Global
Dok. Pribadi
Anwar Hudijono, wartawan senior tinggal di Sidoarjo. 

Dalam novel itu dituliskan bahwa setelah tahun 2030 nama Indonesia tidak disebut lagi, berarti bubar senasib dengan Uni Soviet dan Yugoslavia, keduanya berkeping-keping menjadi banyak negara.

Banyak yang percaya bahwa novel yang ditulis mantan inteljen dan wartawan senior ini bukan sekadar fiksi. Tetapi didasarkan pada data dan informasi yang kuat. Fiksi hanya gaya penulisannya. Di dunia Barat sudah biasa sebuah peritiwa politik, intrik inteljen dituangkan dalam bentuk fiksi seperti Danzig karya William N Walker.

"Trilogi Perusak"

Belajar dari kasus paling aktual yaitu Venezuela, faktor potensi disintegrasi dari dalam negeri sangat kecil. Ibarat hanya semacam api di sumbu ublik yang kecil upilan dan mendrip-mendrip (nyalanya sangat kecil). Tapi kemudian diperbesar dengan sumbu besar yang basah oleh minyak sehingga langsung berkobar-kobar. Sumbu basah itu disulutkan oleh konspirasi global "Trilogi Perusak".

Trilogi Perusak ini pula yang diduga sangat kuat berada di belakang Arab Spring yang menghancurkan Irak, Libya, Tunisia, Mesir, Al Jazair, Yaman, Syuriah. Juga yang meremukkan Afghanistan. Konspirasi ini memberikan opsi kepada negara-negara sasarannya: dibubarkan atau mau menjadi bonekanya.

Operasi "Trilogi Perusak" ini bukan hanya di kawasan Arab dan Afrika Utara, tetapi juga terus berkembang ke seluruh dunia. Karena tujuan akhirnya, kata sejarawan Amerika Serikat Dr Jack Otto, membentuk New World Order (NWO) tata dunia baru di bawah kuasanya. Hal senada disampaikan pakar eskatologi Islam Syiekh Imran Hosein, guru besar Universitas Karachi, Pakistan.

Mereka bermimpi untuk menguasai dunia seperti imperium jaman dulu. Misalnya Kaisar Cirus dari Persia yang menguasai 2 benua. Byzantium atau Romwani Kuno yang menguasai sekitar separuh dunia. Jengkhis Khan yang menguasai sepertiga dunia. Turki Usmani yang wilayahnya hampir tiga benua.

Bahkan ingin seperti Raja Zulkarnen yang kekuasaannya meliputi timur sampai barat. Bahkan boleh dibilang jiwa kelompok NWO ini ingin membalas dendam terhadap seluruh pendukung atau pengikut Zulkarnaen dari barat sampai timur karena telah mengurung leluhur mereka dengan memasang tembok dari cairan besi dan tembaga, yaitu Yakjuj dan Makjud.

Mereka ini, kata Imran Hosein adalah keturunan bangsa Yakjuj dan Makjud memiliki keturunan yang berdiam di Kerajaan Kazzaria. Kemudian disebut bangsa Kazzar. Bangsa ini aslinya menganut paham kafir atau paganisme. Untuk tujuan politik mereka lantas memeluk agama Yudaisme atau Yahudi.

Jack Otto mengatakan, Kazzaria akhirnya seperti lenyap dari muka bumi karena diserang Raja Tsar dari Kerajaan Rus atau Rusia. Mereka mengalami diaspora ke pelbagai negara. Lantas mereka menyebut dirinya Yahudi Eropa. Ada juga yang menyebut Yahudi ke-13 karena bukan Yahudi keturunan Nabi Ya'kub yang punya anak 12 orang. Jumnlah Yahudi Eropa ini kini merupakan 92 persen populasi penduduk Israel.

Halaman
1234
Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved