Berita Palembang

KPU Sumsel Tolak Rekomendasi Bawaslu Mencocokan DA1 dengan C1 Surat Suara DPR RI, Ini Alasannya

KPU Provinsi Sumsel menolak rekomendasi Bawaslu terkait untuk pencocokan DA1 dengan C1 surat suara DPR RI Sumsel 1 Partai NasDem.

KPU Sumsel Tolak Rekomendasi Bawaslu Mencocokan DA1 dengan C1 Surat Suara DPR RI, Ini Alasannya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Dra Kelly Mariana-Ketua KPU Provinsi Sumsel 

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana akhirnya memutuskan tetap keukeh pada pendiriannya dan menolak rekomendasi Bawaslu Provinsi Sumsel terkait untuk pencocokan DA1 dengan C1 surat suara DPR RI Sumsel 1 Partai NasDem.

"Tadi kita skorsing waktu karena kami minta waktu untuk mempelajari rekomendasi Bawaslu Sumsel dan saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan KPU RI. Tidak mudah membuka C1 mengingat hari ini hari terakhir batas rekapitulasi tingkat provinsi. Terkait batas waktu, Bawaslu memberikan rekomendasi," ungkap Kelly Mariana di sela-sela skorsing rapat pleno rekapitulasi penghitungan pemilu 2019, Minggu (12/5/2019) malam.

Setelah pihaknya melakukan konsultasi dengan KPU RI, kata Kelly tetap pada pendiriannya bahwa rekomendasi Bawaslu itu tidak mungkin lagi mereka lakukan.

"Kalau buka DB atau DA mungkin itu bisa kami jalankan. Tapi kalau harus menyandingkan C1 hologram dengan DA itu tidak mungkin atau buka kotak. Mura saja itu ada 2 kecamatan, yang jumlahnya 245 TPS. Sementara di Muratara ada 5 kecamatan yang jumlah 464 TPS. Bayangkan kalau kotak itu mau diangkut dari sana itu butuh wakty 6-7 jaman. Belum lagi buka kotak satu persatu. Rasanya tidak mungkin. Harusnya yang protes itu sudah mengajukan protesnya di tingkat jenjangnya. Mulai dari TPS, PPK, kabupaten/kota," tegas Kelly.

Setelah menegaskan jika KPU Provinsi Sumsel tetap pada patokan itu. Maka Kelly mengatakan kalau ada yang tidak menerima putusan itu, mempersilahkan mereka bisa untuk menggugat ke MK.

"Persoalannya kami akan tetap menetapkan. Ini tinggal Empatlawang akan dilanjutkan jam 8 malam. Kalau nanti tidak selesai kami akan minta petunjuk KPU RI apakah akan diperpanjang atau bagaimana. Perpanjangan itu bisa dari Surat Edaran KPU RI atau rekomendasi Bawaslu," pungkas alumni Fisip Unsri.

Golkar Pastikan Raih 13 Kursi untuk Ketua DPRD Sumsel, Anita: No Coment Soal Siapa Orangnya

Saran dan Protesnya Tak Digubris , Caleg DPD RI Aminuddin Pilih Walk Out dari Pleno KPU Sumsel

Melalui Layanan MOST Sharia dari Mandiri Sekuritas , Masyarakat Bisa Menjadi Investor Pasar Modal

Sementara terkait penolakan yang dilakukan KPU Sumsel atas rekomendasi yang disampaikan Bawaslu, Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto ST MM menyatakan akan menindaklanjutinya.

"Bawaslu sudah memberikan rekomendasi. Terkait itu ditolak oleh KPU Sumsel, kami akan menindaklanjutinya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," tegas Iin Irwanto.

Terkait dengan KPU Sumsel meminta skorsing untuk berkonsultasi dengan KPU RI sesuai permintaan saksi Partai Gerindra akan mempersiapkan rekap Empatlawang.

"KPU bersiap-siap kalau melampaui batas waktu pukul 24.00 malam ini, bisa saja diperpanjang. Sebenarnya kalau KPU bisa menjelaskan bisa menyelesaikan sebelum rekap nasional 22 Mei 2019," kata Iin.

Menurut Iin, Bawaslu telah memberikan rekomendasi keputusan tertulis meminta KPU untuk mencocokkan data DA1 dengan C1 baik itu sertifikat salinan ataupun C1 plano untuk mengetahui data yang benar.

"Rekap saksi terjadi perbedaan dengan yang diterbitkan KPU. sebagai catatan saksi Gerindra untuk DPRD Provinsi yang di Muratara dan Mura. Saksi Hanura keberatan suara NasDem untuk Kecamatan Muaralakit dan Muarakelingi. Saksi NasDem keberatan suara sesama Caleg NasDem DPR RI ada pada 5 kecamatan di Muaratara," jelas Iin Irwanto.

Dikatakan Iin, untuk rekomendasi DPR RI NasDem dan Hanura ditolak KPU dan mempersilahkan menggugat ke MK. Protes Caleg DPRD Provinsi Gerindra sedang dipertimbangkan. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved