PDGI Pastikan Pelaku Malpraktik yang Dialami Seorang Mahasiswa di Palembang Bukanlah Dokter Gigi

PDGI Pastikan Pelaku Malpraktik yang Dialami Seorang Mahasiswa di Palembang Bukanlah Dokter Gigi

PDGI Pastikan Pelaku Malpraktik yang Dialami Seorang Mahasiswa di Palembang Bukanlah Dokter Gigi
SRIPOKU.COM/SYAHRUL
Ilustrasi Dokter Gigi Saat Melakukan Pemeriksaan/ PDGI Pastikan Pelaku Malpraktik yang Dialami Seorang Mahasiswa di Palembang Bukanlah Dokter Gigi 

PDGI Pastikan Pelaku Malpraktik yang Dialami Seorang Mahasiswa di Palembang Bukanlah Dokter Gigi

SRIPOKU.COM - Terkait kasus malpraktik yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai dokter gigi, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Palembang memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut.

Humas PDGI cabang Palembang, drg Yoko Fitriansyah mengatakan bahwa pelaku bukan berprofesi sebagai dokter gigi.

Keyakinan ini didasarkan pada beberapa prosedur mengenai praktik yang dilakukan oleh pelaku.

Seperti tidak terdaftar ataupun menerima surat rekomendasi dari PDGI, tidak memiliki Surat Izin Praktik (SIP), serta surat kompetensi.

Dokter Gigi Yoko Fitriansyah
Dokter Gigi Yoko Fitriansyah saat mengonfirmasi ke redaksi Sriwijaya Post, Sabtu (11/5/2019) (SRIPOKU.COM/ NADIA ELRANI)

Kumpulan Lagu (MP3) Terpopuler dan Paling Hits Mei 2019 Terlengkap, Bisa Langsung Download di Sini

Irwan Mussry Unggah Foto Berlatarbelakang Pesawat Pribadi, Begini Komentar Maia Estianty & Netizen

Sempat tak Percaya, Usai Lihat Tanda Ini sang Ibunda Yakin Mayat Dimutilasi adalah Vera Oktaria!

Punya Maag? Inilah Menu Buka Puasa dan Sahur yang Baik Bagi Penderita Asam Lambung

Download MP3 & MP4 Lagu Al Barq Al Yamani Sabyan Gambus Feat Adam Ali Terbaru, Dilengkapi Lirik

"Jika seorang dokter gigi akan membuka praktik, harus mendapat surat rekomendasi dulu dari PDGI. Selain itu, mereka juga harus mendapat surat izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Jadi tidak sembarangan orang bisa membuka praktik termasuk dokter gigi," kata drg Yoko yang datang langsung ke Kantor Sripoku.com di Graha Tribun Palembang, Sabtu (11/5/2019).

Dokter gigi juga tidak boleh memasang iklan dimanapun termasuk media sosial untuk mempromosikan praktiknya karena menyalahi kode etik profesi.

Dokter Gigi Yoko juga mengatakan telah menemui korban bernama Olan Busali (19) dan mendapati fakta jika pelaku bukanlah dokter gigi.

Bahkan Olan mengaku jika oknum tersebut tidak memiliki SIP serta tempat yang digunakan praktik tidak layak.

Kasus ini merupakan kasus pertama yang dihadapi PDGI. Namun sebenarnya sudah banyak yang menjadi korban malpraktik oknum yang menyebut dirinya sebagai dokter gigi namun tidak melaporkan ke polisi.

Halaman
123
Penulis: Nadia Elrani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved