Mutiara Ramadan

Panen Pahala Puasa

Puasa merupakan ibadah yang pahalanya langsung diberikan oleh Allah swt. Jaminan seperti ini menunjukkan bahwa puasa memiliki keistimewaaan yang sanga

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi - Rasul menyebutkan dalam Hadis qudsi "Assaumu li wa ana ajzi bihi (puasa itu untukku dan aku langsung yang akan memberikan pahalanya)". 

Oleh: DR Muhammad Adil, MA
Dosen Program Pascasarjana UIN Raden Fatah

BERBEDA dengan kebanyakan ibadah yang lain, puasa merupakan ibadah yang pahalanya langsung diberikan oleh Allah swt. Jaminan seperti ini menunjukkan bahwa puasa memiliki keistimewaaan yang sangat besar. Karenanya, wajar apabila Rasul menyebutkan dalam Hadis qudsi "Assaumu li wa ana ajzi bihi (puasa itu untukku dan aku langsung yang akan memberikan pahalanya)". Hadis ini menegaskan kepada kita ummatnya bahwa tidak ada orang yang tahu apakah seorang sedang berpuasa atau tidak, yang tahu hanyalah Allah dan orang yang sedang berpuasa itu.

Keutamaan Puasa Enam Hari Bulan Syawal? Dapat Pahala Puasa Setahun Penuh

Palembang Kemarau, 5 Tips agar Terhindar dari Rasa Haus Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan 2019

Terdapat banyak rahasia dan kejutan-kejutan yang akan terjadi selama seorang hamba melakukan ibadah puasa. Oleh sebab itu, kualitas puasa seseorang sangat berperan dalam menentukan apakah telah melaksanakan puasa dengan kualitas baik, sedang-sedang saja, atau buruk. Tidak jarang, banyak orang yang berpuasa, akan tetapi tidak mendapatkan pahala sedikitpun, yang didapat hanyalah rasa haus dan lapar saja. Golongan ini digambarkan oleh Rasul "kam min shaimin laisa lahu min siyamihi illalju' wal atasy (banyak di antara orang-orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan puasanya, kecuali rasa haus dan lapar)". Golongan ini kemudian disebutkan sebagai bagian dari orang-orang yang rugi.

Pahala bagi orang yang berpuasa tetap menjadi rahasia Allah swt. Karenanya, yang perlu dilakukan oleh orang yang berpuasa adalah meningkatkan amal ibadah saat puasa berlangsung. Misalnya, dengan mendawamkan bacaan Alquran. Sebagai muslim, kita patut merasa bangga ketika menyaksikan orang-orang yang setiap hari dan malam selama bulan Ramadhan membaca Alquran di masjid, mushalla, dan tempat ibadah lainya. Rasa bangga itu, karena mereka telah menjadikan bulan ini sebagai bulan yang istimewa. Istimewa, karena pada bulan inilah diturunkan oleh Allah untuk pertama kalinya Alquran. Pilihan ini tentu memiliki rahasia yang sampai sekarang tetap menjadi rahasianya Allah. Seperti dijelaskan dalam Surat al-Baqarah 185 "beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramdhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)".

Pilihan Allah menurunkan Alquran untuk pertama kali pada bulan Ramadhan tentu tidak sembarang pilihan. Ramadhan dianggap memiliki keistimewaan tersendiri. Untuk memecahkan rahasia itu, antara lain dengan memperbanyak membaca Alquran pada bulan Ramadhan. Orang yang hanya membacanya saja akan dilipatgandakan pahalanya, apatah lagi kalau sampai memahami isi kandungannya untuk kemudian mengamalkan atau mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentu pahalanya akan lebih besar lagi dan golongan inilah yang kemudian disebutkan sebagai golongan orang-orang yang sangat istimewa itu.

Selain itu, terdapat tradisi tahunan yang terus berulang selama bulan Ramadhan bahwa malaikat Jibril selalu datang menemui Rasulullah untuk mengulangi dan mengecek setiap bacaan ayat-ayat Alquran Nabi Muhammaad saw. Nabi membaca ayat Alquran, sementara malaikan Jibril menyimaknya dengan baik. Tradisi tadarusan yang dilakukan oleh umat muslim sejak dahulu sampai sekarang merupakan tradisi yang sangat baik untuk diteruskan. Selain pahalanya besar, juga meneruskan ajaran atau tradisi yang telah diajarkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dan malaikat Jibril. Dan yang paling baik untuk kepentingan syiar Islam adalah menjadikan bulan ini sebagai tempat untuk mengulangi bacaan ayat-ayat Alquran kita.

Bulan ini adalah tempat yang sangat baik untuk memperbanyak amal shaleh. Setiap amal shaleh yang dilakukan pada bulan ini, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya dibandingkan jika dilakukan di luar bulan ini, bahkan perbandingannya sangat besar, sampai 70 kali lipat. Digambarkan dalah Hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari "wahai manusia bulan yang agung bulan yang penuh barakah telah datang. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang di dalamnya Allah mewajibkan puasa, qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan satu kebaikan, nilainya sama seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kebaikan pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dibanding pada bulan lainnya".

Memperhatikan keistimewaan bulan ini, mari kita tingkatkan kualitas puasa, kita manfaatkan satu bulan ini untuk berlomba-lomba melakukan amal shaleh, kita tempa diri untuk menjadi orang yang shaleh. Orang shaleh dapat menjadi agen untuk melakukan perubahan menuju peradaban yang lebih baik. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved