Berita Palembang

Mengaku Polisi dan Rampas HP Korban, Kini Rian Keok Saat Dihadiahi Pelor Petugas

Bermoduskan pura-pura menjadi seorang polisi, Rian Hidayat (27), warga Jalan Talang Putri Kelurahan Plaju Kecamatan Plaju

Mengaku Polisi dan Rampas HP Korban, Kini Rian Keok Saat Dihadiahi Pelor Petugas
SRIPOKU.COM/ANDIKA WIJAYA
Kanit Ranmor Ipda Novel, Ketika memeriksa tersangka 365 KHUP, Rian (27), untuk diambil keterangan, Jumat (10/5/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Andika Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Bermoduskan pura-pura menjadi seorang polisi, Rian Hidayat (27), warga Jalan Talang Putri Kelurahan Plaju Kecamatan Plaju dan rekananya RC (Rico), nekat melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (Curas).

Namun apesnya akibat aksi yang dilakukannya, ia pun harus berurusan dengan petugas Unit Ranmor Polresta Palembang, Jumat (10/5), sekitar pukul 11.45.

Tak pelak melihat petugas ranmor pimpinan Kanit Ranmor, Ipda Novel, sedang melakukan patroli, Rian pun berusaha melawan dan hendak kabur.

Ia pun terpaksa dihadiahi petugas dengan timah panas, yang menancap di betis kakinya sebelah kiri. Lantaran hendak melawan dan kabur saat ditangkap, usai melakukan aksinya di BKB (Benteng Kuto Besak) Palembang.

Yakin Balikan Sama Mantan? Coba Renungkan 7 Pertanyaan Ini Dulu Sebelum Menyesal & Buat Keputusan

Inilah 5 Penyakit Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Manis Saat Buka Puasa, dari Obesitas hingga Tumor

Dengan tangan ke atas, usai diberikan tindakan tegas Rian pun mengakui perbuatannya salah. Alhasil setelah dievakuasi ke RS Bari, Palembang. Guna mempertanggung jawabkan ulahnya, Rian langsung digiring petugas ke Polresta Palembang.

"Pelaku ini merupakan TO (Target Operasi) kami yang selama ini kami incar, nah usai melakukan aksinya, kebetulan anggota kita sedang patroli di lapangan, melihat pelaku melakukan aksi, langsung saya ditangkap petugas unit ranmor," Ungkap Kasat Reskrim Yon Edi Winara didampingi Wasakat Reskrim Akp Ginanjar Aliaya Sukmana.

Lanjut Yon, dari hasil keterangan pelaku, ketika melakukan aksinya Rian, tak sendiri dan sering melakukan aksinya bersama dua rekannya yakni RC dan BR." Namun sayang saat itu kedua rekannya berhasil kabur," katanya.

Atas ulahnya Rian pun diancam pasal 363 KHUP, dengan ancaman kurungan penjara diatas 7 tahun.
Sedangkan, Rian mengakui perbuatan sudah 6 kali melakukan aksi ini di kawasan BKB, tepat di pangkalan speedboard. " kami sering bertiga pak setiap beraksi, RC bertugas mencari korban, saya dan BR bertugas sebagai exsekusinya pak mengambil HP korban," ungkapnya.

Ketika melakukan aksi, Lanjut Rian, kalu korban anak-anak, rekan RC yang mengaku petugas kepolisian, kemudian merazia hp korban banyak film bokepnya.

"Dan jika korbannya dewasa, kami berpura-pura kenalan. Lalu saya pinjam HPnya, setelah dipinjamkan kami bawa kabur HP korban," Bebernya bapak anak 2 ini.

Ditambahkanya, setiap berhasil, HP xiomy dan oppa tersebut di jual di kawasan 2 Ulu, seharga mulai dari Rp 800- hingga 900 ribu. Uang pun kami bagi bertiga. Sehari biasanya kami berhasil melakukan aksi ini sebanyak 1 kali," ungkapnya menyesal

BREAKING NEWS : Ditemukan Mayat Wanita dengan Kondisi Dimutilasi di Penginapan Sungai Lilin Muba

Bawang Putih Impor Asal Cina Masuk ke Pasaran di Sumsel, Dijual Hanya Rp 35 Ribu per Kilo

Selama Ramadan Hotel Duta Syariah Promo Paket Berbuka Puasa Mulai Rp 75 Ribu

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved