Berita Palembang

Poltekpar Palembang Beri Pelatihan Kaum Disabilitas, Dididik agar Bisa Bekerja di Dunia Industri

oliteknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang bakal memberikan pelatihan kerja kepada kaum disabilitas

Poltekpar Palembang Beri Pelatihan Kaum Disabilitas, Dididik agar Bisa Bekerja di Dunia Industri
SRIPOKU.COM/ODI ARIA
Hikma Meliana, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Wilayah Sumsel saat menghadiri Focus Grup Discussion (FGD) di Poltekpar Palembang, Kamis (9/5/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang bakal memberikan pelatihan kerja kepada kaum disabilitas (orang dengan keterbatasan fisik atau mental).

Para kaum disabilitas ini nantinya bakal diberikan pelatihan kerja seputaran dunia industri, perhotelan dan sektor pariwisata di Sumsel.

Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par, Direktur Politeknik Pariwisata Palembang mengatakan Poltekpar Palembang peduli terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas di Sumsel, maka itu pihaknya memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan program pengentasan kemiskinan masyarakat di Bumi Sriwijaya.

"Dalam waktu dekat ini kami akan gelar pelatihan, bersama stakeholder terkait untuk para kaum disabilitas," ujarnya, Kamis (9/5/2019).

Ia menjelaskan, industri pariwisata di Sumsel harus membuka peluang untuk memperkerjakan kaum disabilitas. Menurutnya, sudah saatnya penyandang disabilitas mendapat kesempatan yang sama untuk bekerja di sektor pariwisata Sumsel.

"Mereka tidak ingin dikasihani, tapi sebenarnya ingin berdiri di atas kaki mereka sendiri lewat usaha atau bekerja. Untuk ke arah sana harus ada peluang dari para industri dulu," tegasnya.

Zulkifli menjelaskan, program untuk membuka kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas pernah ia jalankan saat di STP Bandung.

Mereka mendapat pelatihan beberapa minggu oleh industri kepariwisataan seperti hotel, katering, dan laundry yang difasilitasi pihak kampus.

Setelah mendapat pelatihan keterampilan, penyandang disabilitas mengetahui kemampuan yang akan ia kembangkan saat diterima magang. Dari pelatihan itu pula industri kepariwisataan tahu calon pegawai yang akan mereka rekrut.

Video Razia Pekat Tim Gabungan Kabupaten PALI, Satupun LC tak Terlihat di Tempat Hiburan Malam

Cuaca di Sumsel Semakin Panas hingga Akhir Tahun 2019, Berikut Penjelasan BMKG SMB II Palembang

"Kita ajak mereka ikuti pelatihan lalu ikut magang. Ketika dilatih, mereka ada peluang untuk bisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan pegawai-pegawai lain," jelas Zulkifli.

Hikma Meliana, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Wilayah Sumsel mengapresisasi langkah yang dilakukan Poltekpar Palembang. Menurutnya, apa yang dilakukan pihak kampus merupakan perwujudan amanat Undang Undang nomor 8 tahun 2016.

Di Sumsel sendiri terhitung ada 700-an orang penyandang disabilitas di Sumsel yang terdata. Baik skala ringkan, sedang dan berat. Tetapi hingga kini semuanya masih kesulitan mendapat kerja hanya karena kekurangan di fisik, apalagi untuk sektor kepariwisataan.

Dirinya berharap, terbukanya peluang bagi penyandang disabilitas di sektor kepariwisataan bukan sekedar wacana. Ia juga mendesak peran pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut.

 "Sudah kirim lamaran, pas dipanggil wawancara langsung ditolak karena ada cacat fisik. Kami berharap Pemerintah mendukung program ini. Sebab yang semacam ini apabila sukses bisa jadi indikator keberhasilan pembangunan daerah," harap Hikma.

Kumpulan Doa Penting, Mulai dari Doa Sebelum Tidur, Doa Bangun Tidur Hingga Doa Setelah Baca Alquran

Jangan Tidur Setelah Sahur! Bisa Sebabkan Berbagai Penyakit Ini, Ketahui Berkah & Keutamaan Sahur

Sampai Miliaran Rupiah, Ternyata Segini Tarif Endorse 5 Artis Papan Atas Ini, Pantes Tajir Melintir!

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved