Berita Palembang

Cuaca di Sumsel Semakin Panas hingga Akhir Tahun 2019, Berikut Penjelasan BMKG SMB II Palembang

Provinsi Sumsel telah memasuki musim kemarau bertepatan dengan bulan ramadhan1440 H.

Cuaca di Sumsel Semakin Panas hingga Akhir Tahun 2019, Berikut Penjelasan BMKG SMB II Palembang
SRIPOKU.COM/ODI ARIA
Seorang pengendara tengah melintas di bawah terik matahari di Jalan Cut Nyak Dien Bukit Palembang, Kamis (9/5/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Provinsi Sumsel telah memasuki musim kemarau bertepatan dengan bulan Ramadhan1440 H.

Tak seperti sebelumnya, musim kemarau kali ini diprediksi akan berlangsung lebih panas dan berlangsung hingga akhir tahun 2019.

Hal itu dikarenakan seiring aktifnya aktivitas di Samudera Pasifik yakni El Nino. Dengan aktifnya El Nino menyebabkan musim kemarau di Sumsel berpotensi hingga akhir tahun 2019, dimana secara normal di Bumi Sriwijaya sejatinya curah hujan dan kelembapan akan menurun hingga puncak minimum pada Bulan Agustus dan September.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatakan, musim kemarau secara meterologi ditandai dengan aktifnya Angin Muson Timur di Australia, dengan indikasi arah angin permukaan yang terjadi umumnya dari tenggara.

Minimnya pasokan uap air dan kecepatan angin lapisan atas yang tinggi, sehingga menghambat pertumbuhan awan.

"Akibat dari minimnya pasokan air, membuat temperatur udara akan terasa menjadi lebih gerah sehingga membuat cuaca semakin panas," ujarnya, Kamis (9/5/2019).

Deretan Artis Janda Cantik 40 Tahun-an Betah tak Menikah, No 2 Punya Enam Anak Masih Awet Muda!

Dihina Lewat Media Sosial Facebook, Wanita di Palembang Ini Lapor Polisi

Menurut Beny, dampak dari pengaruh El Nino, menyebabkan minimnya pasokan uap air di wilayah Indonesia dan Indonesia bagian timur khususnya.

Maka dari itulah, curah hujan akan sangat minim sehingga menyebabkan suhu udara akan terasa lebih hangat dari biasanya.

"Secara Global, tidak hanya El Nino yang mempengaruhi kondisi cuaca di Sumsel, adanya Osilasi Madden Jullian (MJO/ Madden Jullian Oscillation) dan Dipol Samudera Hindia (IOD/Indian Ocean Dipole) yang juga bisa menyebabkan potensi terjadinya hujan," jelasnya.

Meski cuaca di Sumsel sedang panas-panasnya, namun diakui Beny untuk suhu udara masih masuk dalam kategori normal yakni 26-34 darajat celcius.

Dengan kondisi kemarau saat ini, BMKG SMB II Palembang menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Selain itu, meminimalkan aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Karena memang, di tahun ini kemarau diprediksi akan lebih panjang ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

"Cuaca masih masuk dalam kategori normal. Kami sarankan masyarakat banyak mengkonsumsi air mineral pada saat sahur san berbuka serta mengurangi aktifitas di luar rumah," ungkapnya. 

===

Berikut Keuntungan yang Bakal Diberikan Google Maps Berikan Dukungan Mode Penyamaran

Cara Membuat Tekwan Rumahan Paling Sederhana, Cuma 30 Menit Langsung Siap Santap!

Beda Jauh Cara Memasak Syahrini Disoroti, Suami Ayu Dewi Justru Puji Luna Maya Saat Masak Nasi

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved