Ramadan 2019

Mengenal Tradisi Santap Bubur Suro Selama Ramadan di Masjid Suro Palembang Sejak Ratusan Tahun Silam

Mengenal Tradisi Santap Bubur Suro Selama Ramadan di Masjid Suro Palembang Sejak Ratusan Tahun Silam

Mengenal Tradisi Santap Bubur Suro Selama Ramadan di Masjid Suro Palembang Sejak Ratusan Tahun Silam
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Sejumlah anak antre mendapatkan bubur Suro Masjid Al Mahmudiyah atau Masjid Suro yang berada di Jalan Ki Gede Ing Suro 30 Ilir Palembang, Selasa (7/5/2019). 

Kartibi, salah seorang juru masak bubur Suro mengatakan tradisi bubur gratis di Masjid Suro sudah berlangsung sejak lama.

Bahkan tradisi ini sudah dilakukan sejak masjid yang telah berdiri sejak akhir abad 18 atau tepatnya 1889 Masehi pertama kali dibangun.

"Dari saya tinggal di masjid ini pada tahun 1971, tidak ada yang berubah untuk tradisi pada bulan puasa, terkhususnya untuk memasak bubur tidak ada yang berbeda," ujar Kartibi kepada Sripoku.com, Selasa (7/5/2019).

Kartibi menjelaskan, setiap harinya selama Ramadan dari pukul 14.00 WIB ia bersama para pengurus masjid yang lain telah menyiapkan bahan-bahan guna membuat bubur.

Untuk awal puasa per hari pihaknya memasak sekitar 5 kilogram beras.

Resep Menu Buka Puasa Sederhana dan Nikmat, Segarnya Es Bubur Sumsum Campur

Sejarah Bubur Asyura, Makanan Berbuka Khas Muharram

Cuma Lulusan SD, Ini 5 Fakta Mencengangkan Mister Cakil, Penjual Bubur yang Retas Situs Bawaslu

Jika Jokowi-Maruf Amin Menang, Partai Demokrat Pastikan Bergabung Asal Ada Ajakan, Jika Tidak?

Kemudian di atas 15 hari hingga 30 hari beras yang dijadikan bubur pun dikurangi karena banyak warga yang mengirimkan makanan ke masjid.

“Bubur ini bukan hanya dimasak saja, tetapi juga diberikan daging, rempah-rempah dan juga kecap,” jelasnya.

Diakuinya, sebagai juru masak Kartibi mengaku sangat terharu karena masih banyak warga yang menyukai bubur buatannya.

Kendati tak mendapatkan upah, ia mengaku senang menjalani pekerjaan tersenut, terlebih bisa berbagi kepada sesama di bulan penuh ampunan ini.

“Saya sangat terharu, warga di sini banyak menyenangi bubur buatan saya, mereka rela antre untuk dapat menikmati bubur, ada juga anak-anak ikut mengantre,” ungkapnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved