Berita PALI

Harga Getah Karet di Kabupaten PALI Kembali Turun, Petani dan Pembeli Saling Tahan

Harga getah karet di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) kembali menurun.

Harga Getah Karet di Kabupaten PALI Kembali Turun, Petani dan Pembeli Saling Tahan
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Aktivitas jual beli di Pasar Getah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. 

Berita PALI

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI-- Harga getah karet di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) kembali menurun.

Tidak tanggung-tanggung, angka penurunannya mencapai Rp 600 per kilogram (kg) untuk yang kualitas mingguannya, Selasa (7/5/2019).

Pada minggu lalu, harga getah karet di Bumi Serapat Serasan ini telah mencapai Rp 8.100 per kg, namun begitu minggu ini hanya terjual di kisaran Rp 7.500 per kg.

Pantauan Sripoku.com, di lapangan aktivitas di pasar getah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi, transaksi jual beli getah di pasar tersebut terlihat lesu.

Video Sidak Sembako, Wako Pagaralam Kaget Harga Bawang Putih Capai Rp 120.000 Per Kg

Romson Fitri Dilantik Jadi Asisten III OKU Bersama 12 Pejabat Eselon II, III dan IV Kabupaten OKU

Petani dan pembeli seolah saling menahan, namun pada akhirnya petani dengan berat hati melepas getahnya dengan harga yang ditentukan pembeli.

"Kalau naik hanya merayap sedikit-sedikit, tetapi kalau lagi turun langsung anjlok, itulah membuat kami menahan sementara kalau ada pembeli lain yang berani bayar dengan harga lebih tinggi," ungkap Dede, petani setempat.

Menurutnya, kondisi ini tentu menambah beban para petani karet, pasalnya pada saat bulan puasa ini, pengeluaran untuk menutupi kebutuhan hidup akan semakin meningkat, terlebih mendekati lebaran.

Maman petani karet lainnya, mengaku hanya bisa pasrah. Lantaran, jika dikeluhkan kepada pemerintah akan percuma.

Karena, menurut dia, sampai saat ini belum ada upaya nyata untuk menaikan harga getah maupun menurunkan harga Sembako di Kabupaten PALI.

"Belum lagi harga Sembako yang terus merangkak, jadi beban kami semakin berat," ungkap Maman.

Sementara, Ilham, pembeli getah asal Tanah Abang membenarkan bahwa harga getah memang kembali turun, tetapi dirinya juga masih sanggup membeli harga tinggi apabila kualitas getah memang baik.

Ia mengatakan, rata-rata petani yang menjual getah mingguan kualitasnya kurang bagus, sebab dicampur tatal dan tidak jarang campur tanah dan sagu.

"Makanya, kami tidak berani beli dengan harga tinggi, tetapi kalau kualitasnya baik dan kondisi getah bersih kami masih sanggup beli di atas harga Rp 8.000 per kg," katanya.

Tergiur Harga Promo, Rafika Tertipu Beli Jam Tangan Alexander Christie Lewat Online

Terdesak Keperluan Pengobatan Ibunya yang Sakit, Pria di Palembang Ini Dua Kali Curi Kotak Amal

Mengenal Tradisi Santap Bubur Suro Selama Ramadan di Masjid Suro Palembang Sejak Ratusan Tahun Silam

Penulis: Reigan Riangga
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved