Ramadan 2019

Asmara Subuh di Kabupaten PALI Diwarnai Perang Petasan, Aksi Balap Liar Kerap Makan Korban

Tradisi di Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada momen bulan puasa dihiasi dengan Asmara Subuh yang didominasi dari kaum muda-mudi

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Asmara Subuh di Kabupaten PALI yang didominasi kaum milenial diwarnai perang petasan dan aksi balap liar. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI -- Tradisi di Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada momen bulan puasa dihiasi dengan Asmara Subuh yang didominasi dari kaum muda-mudi, Selasa (7/5/2019).

Asmara subuh kaum millenial Bumi Serapat Serasan ini pada tiap Bulan Ramadan dipusatkan di berbagai wilayah, seperti Simpang 5 serta GOR Komplek Pertamina Pendopo.

Asap dari petasan yang ditimbulkan sangat terasa jika berada di tengah keramaian muda-mudi ini, lantaran Asmara Subuh di Kabupaten PALI ini diwarnai dengan perang petasan serta aksi Freestyle roda dua.

Asmara Subuh di Kabupaten PALI yang didominasi kaum milenial diwarnai perang petasan dan aksi balap liar.
Asmara Subuh di Kabupaten PALI yang didominasi kaum milenial diwarnai perang petasan dan aksi balap liar. (SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA)

"Sudah menjadi tradisi tiap tahunnya pada Bulan Puasa saat Asmara Subuh terjadi perang petasan di sini," ungkap Azizah warga Pedopo kepada Sripoku.com.

Berbagai petasan seperi petasan korek, cabe rawit serta kembang api dinyalakan oleh muda mudi ini.

Selain itu, dari aksi freestyle yang dilakukan para pemuda Pendopo Kecamatan Talang Ubi, tak jarang menimbulkan malapetaka di pagi hari.

"Tadi ada pemuda yang melakukan balap-balap liar itu kecelakaan, beruntung langsung ditandu oleh temannya," jelas Azizah.

Senada denga itu, Septi warga Kecamatan Talang Ubi, berkata bahwa asmara subuh Ramadan 1440 Hijriah tahun ini tidak seramai tahun kemarin.

"Tahun lalu, saat waktu menjelang pagi sampah dari petasan di sini sangat banyak berserakan, namun sekarang tidak begitu banyak," jelas dia.

Dirinya berharap pemerintah terkait menjaga daerah tersebut (Komoperta Pendopo), lantaran akibat dari balap-balap liar ini tak jarang, bahkan menimbulkan korban jiwa.

"Semoga menjadi perhatian dari pemerintah untuk mencegah perang petasan serta aksi bakal liar ini," ujarnya.

====

Digerogoti Penyakit Mematikan, 7 Artis Ini Meninggal saat Puasa, No Terakhir Menutup Mata di Jepang

Begini Manfaat dan Efek Samping Berpuasa Selama Seharian, Bisa Turunkan Berat Badan!

Hati-hati! Penggemar Avengers: Endgame Jadi Incaran Penipu Online

Penulis: Reigan Riangga
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved