Berita Empatlawang

Harga Sawit di Tingkat Petani Kabupaten Empatlawang Rp 850 Perkilogram, Petani Mengeluh

Petani Kelapa sawit di Kecamatan Tebingtinggi mengeluhkan harga jual di tingkat pengepul yang anjlok.

Harga Sawit di Tingkat Petani Kabupaten Empatlawang Rp 850 Perkilogram, Petani Mengeluh
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Salah seorang warga Tebingtinggi melintas dilokasi pengepul buah sawit, Senin (6/5/2019) 

Laporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG - Petani Kelapa sawit di Kecamatan Tebingtinggi mengeluhkan harga jual di tingkat pengepul yang anjlok.

Seperti yang dikatakan Fauzan, salah satu petani kelapa sawit di Tebingtinggi mengeluhkan harga hasil pertanian yang selalu mengalami penurunan.

"sekarang ini harga sawit di tingkat petani anjlok, kemarin saja kami menjual sawit cuma Rp.850 perkilonya ,"kata Fauzan, Senin (6/5/2019)

Dikatakannya, harga tersebut tentu sangat berbanding terbalik dengan kondisi harga kebutuhan sehari - hari yang di pasar

"Kami sangat berharap adanya kestabilan harga, antara hasil petani dengan harga sembako, sebab kalau seperti ini bisa tidak makan anak istri apalagi ini bulan Suci ramadhan tentu saja kebutuhannya bisa lebih banyak dibanding hari biasa ," katanya

Pemkab Muaraenim Operasikan Lima Unit Bus Rapid Transit dengan Nama Bus Trans Enim

Mau Makan Lauknya Gratis di Kedai Tiga Nyonya di Jalan Supeno Kota Palembang, Ini Syaratnya

DPW PKS Sumsel Tuding Terjadi Kecurangan Rekapitulasi Suara Pileg di KPU Empatlawang

Sementara itu Adi, pengepul buah sawit di Tebingtinggi membenarkan adanya penurunan harga beli sawit di tingkat petani tersebut

"Sejak seminggu terakhir ini memang terjadi penurunan terus menerus sebulan yang lalu harga sawit kami beli dari petani itu Rp.1.100 perkilonya namun sekarang kami beli untuk sawit ukuran kecil perkilonya Rp.850 sedangkan ukuran besar itu Rp.900 perkilo,"tuturnya

Ditanya mengenai apa yang menjadi penyebab harga turun tersebut dirinya tidak mengetahui secara pasti namun yang jelas setiap tauke tempatnya menjual sawit harganya sama

"Saya kurang tau penyebabnya ,tapi yang pasti di setiap gudang itu harganya sama,"katanya

Lanjut Adi, dengan menurunnya harga tersebut petani jadi banyak yang enggan untuk memanen

"sekarang ini petani yang menjual hasil kebunnya sepi kalau harga turun seperti sekarang ini, sambil menunggu harga naik sedikit baru panen lagi," katadia. (cr27)

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved