Sidak Jelang Ramadhan, Bupati Martapura Kaget Temukan Sembako Impor

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengaku sangat terkejut ketika mengetahui ada ketan dan kacang hijau impor yang dijual pedagang di pasar Martapura.

Sidak Jelang Ramadhan, Bupati Martapura Kaget Temukan Sembako Impor
SRIPOKU.COM /EVAN HENDRA
PANTAU - Bupati OKU Timur beserta rombongan saat melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan 2019. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Evan Hendra 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengaku sangat terkejut ketika mengetahui ada ketan dan kacang hijau impor yang dijual pedagang di pasar Martapura. Temuan produk impor tersebut diketahui saat bupati melakukan sidak bersama Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SIK, Jumat (3/5) lalu.

Selain impor, harga Ketan dan kacang hijau tersebut juga dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan ketan dan kacang hijau lokal. Namun kendati lebih mahal, menurut pedagang, masyarakat cenderung lebih memilih produk impor tersebut.

"Ketan didatangkan dari Vietnam sedangkan kacang hijau diimpor dari Thailand," ungkap Tila, salah satu pedagang di pasar Martapura.

Menurutnya, dari segi tampilan ketan putih dan kacang hijau impor tersebut memang lebih menarik. Untuk ketan terlihat lebih putih dan lebih panjang. Demikian juga dengan kacang hijau yang terlihat lebih bersih dibandingkan produk lokal. Bahkan menurut Tila, pembeli mengaku rasa dari produk impor tersebut memang lebih terasa.

“Menurut yang membeli, ketannya memang lebih enak saat dimakan. Tampilannya juga lebih menarik, tidak patah-patah seperti ketan lokal,” katanya.

Sementara untuk kacang hijau impor menurut Tila, saat dimasak lebih lembut, lain halnya dengan kacang hijau lokal yang terkadang memiliki tekstur yang keras saat dimasak. Hal itulah kata dia, yang menyebabkan pembeli lebih memilih ketan dan kacang hijau impor dibanding ketan dan kacang hijau lokal.

"Harganya lebih mahal. Untuk ketan impor dijual Rp. 17 Ribu per kilogram, sementara ketan lokal dijual Rp. 14 Ribu per kilogram. Sementara kacang hijau impor dijual Rpm 22 rlRibu per kilogram atau lebih mahal Rp. 5 Ribu dibandingkan kacang hijau lokal Rp. 17 ribu per kilogram," katanya.

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengaku sangat terkejut dengan adanya produk impor tersebut. Bahkan dirinya tidak menyangka jika produk impor tersebut lebih diminati masyarakat.

“Saya baru tahu kalau ada ketan dan kacang hijau impor. Apalagi produk impor ini lebih diminati dari pada ketan dan kacang hijau lokal,” ucap Kholid.

Sedangkan kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian OKU Timur Hj Sri Inarsih saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi mengenai adanya ketan dan kacang hijau impor tersebut. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved