Berita PALI

Harga Bawang Putih di Pasar Tradisional Kabupaten PALI Naik Hingga 100 Persen Per Kg

Harga bawang putih di Pasar Tradisional Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI melambung tinggi hingga mencapai Rp 50.000 ribu per Kg.

Harga Bawang Putih di Pasar Tradisional  Kabupaten PALI Naik Hingga 100 Persen Per Kg
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Pedagang bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Memasuki Bulan Suci Ramadan 1440 H, harga Bawang, baik bawang Putih dan bawang merah di Pasar Tradisional Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI melambung tinggi hingga mencapai 100 persen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (5/5/2019) harga satu kilogram (kg) Bawang Putih bisa mencapai Rp 50.000 per kg, dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp 20.000 per kg.

Tidak hanya bawang putih, bawang merah pun ikut naik dari semula yang harganya hanya berkisar antara Rp 22.000 - Rp 27.000 per kg, kini naik menjadi Rp 45.000 per kg.

Selain itu, harga cabe merah pun ikut merangkak naik, dari sebelumnya hanya Rp 20.000 per kg, kini menjadi Rp 30.000 per kg.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga yang hendak berbelanja memenuhi kebutuhan menjelang sahur pertama di Bulan Suci Ramadan.

Menurut Nurlela (53) ibu rumah tangga warga kecamatan Talang Ubi, bahwa yang terjadi pada bawang putih dan bawang merah ini bukan lagi kenaikan harga, tetapi lebih kepada berubah harga.

"Bukan lagi naik ini namonyo, tapi sudah berubah harga. Bayangkan bae, naek nyo sudah 100 persen lebih dari harga sebelumnya. Katonyo karena gagal panen. Tapi sayangnyo kondisi cak ini selalu terjadi kalau nak masuk bulan puasa. Seolah-olah sudah disiapkan nak naik hargonyo," keluh ibu tiga orang anak ini, Minggu.

Dirinya meminta agar pemerintah memberikan solusi agar kenaikan harga bawang putih dan bawang merah tidak berlangsung lama.

Selama Ramadan, Pengurus Masjid Agung Palembang Sediakan 500 Paket Takjil Berbuka Puasa

Coba Perkosa Istri Tetangga Saat Mati Lampu, Warga Nibung Muratara Ini Masuk Bui

Pencuri Aki Mobil di Tanjung Enim Lawang Kidul Muaraenim Terekam Kamera CCTV

"Jangan sampai berlarut-larut, kami minta pemerintah agar segera memberikan solusi," jelasnya.

Sementara, Plt Kepala Disdagprin Kabupaten PALI, Ida Ibrahim mengatakan, dengan adanya kenaikan berbagai macam bahan pokok di Pasar Pendopo Bumi Serepat Serasan ini segera akan dilakukan oprasi pasar, agar tetap stabil dan bisa dijangkau oleh masyarakat Kabupaten PALI terutama menjawab keluahan para ibu ruamah tangga.

“Kita sudah mengetahui mengenai kenaikan harga bahan pokok di pasar Pendopo di angka Rp 55.000. Meskipun sebelumnya pada minggu kemarin harga bawang hanya menyentuh di angka Rp 28.000 per kg. Tapi kembali naik di minggu ini mejelang bulan Puasa, untuk itu kita akan segera lakukan oprasi pasar,” jelas Ida.

Menurut dia, untuk komoditas lain seperti cabe dan sayur mayur relatif stabil. Untuk itu, pihaknya akan mengupayakan harga bawang di Pasar Tradisional Kabupaten PALI bisa tetap pada harga semula.

"Setiap minggunya kita akan pantau harga-harga kebutuhan pokok di seluruh pasar Tradisional di Kabupaten PALI,” jelasnya.

Namun begitu, pihaknya meminta bantuan seluruh leading sektor terkait dalam ketersedian kebutuhan pangan, sehingga tidak menimbulkan kenaikan harga yang signifikan di pasar yang nantinya akan menyusahkan warga PALI.

“Untuk bawang agen kita tidak hanya memasukkan dari Palembang, tapi juga Lahat, Pagaralam dan Curup,” ujarnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved