Berita Palembang

UPDATE Kronologis Cung Adi Tembak Leher Usman Hingga Tewas di Teratai Putih Kampung Baru Palembang

anggota Unit Tekab 134 dan Pidum (Pidana Umum) Polresta Palembang, berhasil menangkap pelakunya yakni, Suryadi alias Cung Adi (24)

UPDATE Kronologis Cung Adi Tembak Leher Usman Hingga Tewas di Teratai Putih Kampung Baru Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
anggota Unit Tekab 134 dan Pidum (Pidana Umum) Polresta Palembang, berhasil menangkap pelakunya yakni, Suryadi alias Cung Adi (24), warga Jalan Seroja, Kelurahan Suakarya, Kecamatan Sukarami Palembang, saat berada di kawasan Plaju, Selasa (30/4/2019), sekitar pukul 19.30. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Setelah sempat buron selama tiga hari pelaku kasus pembunuhan terhadap korban Usman Heri (35), warga Jalan Suka Karya, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami Palembang, yang ditemukan tewas dengan luka tembak di leher, tepatnya di depan Cafe Golden Star di eks lokalisasi Kampung Baru pada Minggu (28/4/2019), sekitar pukul 05.00.

Akhirnya, anggota Unit Tekab 134 dan Pidum (Pidana Umum) Polresta Palembang, berhasil menangkap pelakunya yakni, Suryadi alias Cung Adi (24), warga Jalan Seroja, Kelurahan Suakarya, Kecamatan Sukarami
Palembang, saat berada di kawasan Plaju, Selasa (30/4/2019), sekitar pukul 19.30.

Selain berhasil menangkap Cung Adi, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sepucuk senjata api rakitan jenis revolper, berikut dua butir selongsong peluru cal 9 mm.

Pelaku tersebut yakni Suryandi Alisa Cung Adi, berhasil diamankan tim tekab Polresta Palembang, Selasa (30/4/201) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.
Pelaku tersebut yakni Suryandi Alisa Cung Adi, berhasil diamankan tim tekab Polresta Palembang, Selasa (30/4/201) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. (IST)

BREAKING NEWS : Tagih Utang Cung Adi Tembak Leher Usman di Teratai Putih Kampung Baru Palembang

Lihat Keberuntungan Zodiak Kalian di Awal Bulan, Ada Taurus yang Malas & Virgo yang Punya Rintangan

Hanya karena Masalah Sepele Ini, Nia Ramadhani Sampai Kesal dan Pernah Berbohong kepada Suaminya

Ketika ditemui di ruang piket reskrim Pidum Polresta Palembang, kepada petugas ketika diperiksa tersangka mengaku, nekat menghabisi nyawa korban karena masalah hutang narkoba jenis ekstasi sebanyak 40 butir
senilai Rp 10 juta, dan baru diangsur Rp 2 juta.

"Dia minta dibayar lagi pak Rp 3 juta. Tetapi s

Niat Makan Sahur dan Waktu Sahur yang Baik Menurut Rasulullah SAW, Ternyata di Jam Ini

Mendadak jadi Artis Terkenal, 2 Seleb Ini Dicap Super Sombong, Nilai Sendiri Nasibnya Sekarang

Jokowi-Maruf Kalah Telak di Kota Palembang, Hanya Unggul di Satu Kecamatan dari 17 Kecamatan

aat itu saya tidak punya uang, untuk membayarnya. Karena Inek yang saya dijual di Kampung Baru banyak yang belum laku," ungkapnya.

Lalu, korban marah dan langsung menikam pundak belakang sebelah kiri pelaku dengan senjata tajam jenis pisau. Setelah itu, pelaku berusaha lari, tapi korban masih mengejarnya.

"Ketika korban mau menikam saya lagi, jadi saya cabut senpi dari pinggang dan menembakannya ke arah bawa, tapi dia justru mendekat dan berusaha menerbab saya dengan sajamnya. Saat itulah saya lepaskan lagi

tembakan ke arahnya dan mengenai lehernya hingga dia terkapar, lalu saya lari," bebernya.

Lanjutnya, jika senpi miliknya tersebut dibelinya dari seseorang seharga Rp3 juta dan memang sering dibawanya setip mengedarkan inek di Kampung Baru.

Halaman
12
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved