Jadikan Hardiknas Momentum Peningkatan Mutu Pendidikan, Muba Segera Miliki Pusat Belajar Guru

Dodi sendiri sudah berancang-ancang membuka program pusat belajar guru yang terkoneksi di tingkat nasional maupun Internasional tersebut.

Jadikan Hardiknas Momentum Peningkatan Mutu Pendidikan, Muba Segera Miliki Pusat Belajar Guru
SRIPOKU.COM / IST
Bupati Muba, Dodi Reza bersama guru dan siswa dari Muba melihat langsung cara belajar sekolah di Australia 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni 

SRIPOKU.COM, SEKAYU  --Untuk mengejar peningkatan sektor pendidikan terutama agar kualitas guru terjaga, Bupati Muba H Dodi Reza Alex bertekad pendidikan harus makin maju, bermutu dan berkualitas. Maka itu pihaknya sudah punya rencana jitu terutama dalam meningkatkan skill para tenaga pendidik agar bisa selevel nasional maupun internasional.

Dodi sendiri sudah berancang-ancang membuka program pusat belajar guru yang terkoneksi di tingkat nasional maupun Internasional tersebut.

"Dalam momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas-red) ini, jangan lagi diperingati secara seremonial. Guru akan diukur dari kinerjanya agar terus meningkatkan skill dan mutu terbaik," ujarnya.

Menurutnya, program ini akan dijalankan dengan serius mengingat profesi guru sangat penting. Untuk menjaga kualitas dan peningkatan kompetensi itulah maka pusat belajar ini harus segera dibuka.

"Kita kasih reward bagi penyandang grade nilai paling tinggi. Kita umumkan pada puncak peringatan acara," tambahnya.

Apalagi dengan semua fasilitas dan dukungan kepada dunia pendidikan, Dodi ingin Indonesia, khususnya Muba bisa bebas dari kebodohan.

"Dari hulu hingga hilir pendikan harus dikawal. Melalui Hardiknas 2019, kita kobarkan semangat memperjuangkan pendidikan Indonesia menuju Muba Maju Berjaya dan Menuju Indonesia Maju," tegasnya.

Lanjutnya, pada 2019 ini, Pemkab Muba telah memberangkatkan guru dan murid untuk belajar ke Australia. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan guru, dilakukan MoU dengan Polres Muba. "Kami ingin profesi guru benar-benar mendapatkan perlindungan dan dilindungi," tuturnya.

Sedangkan di sisi kesejahteraan guru, Dodi telah mengalokasikan kenaikan honor guru d APBD 2019.

"Honor guru K2 pada 2019 menjadi Rp1,8 juta dari sebelumnya Rp1 juta. Bagi GTT menjadi Rp1,5 juta dari sebelumnya Rp1 juta. Saya tegaskan, mulai 2019 seluruh guru termasuk guru kategori K2 dan GTT honornya naik 80%. Bisa saja gaji guru honorer setara dengan UMR regional meski di daerah lain masih dibawah kita. Kita maunya melompat cepat, kita harus lebih," jelasnya.

Terpisah, Kepala Disdikbud Muba Musni Wijaya S Sos MSi menambahkan, saat ini kerjasama yang sudah dijalin yakni dengan Program Sampoerna Foundation (PSF). Bentuknya sendiri adalah alumni sekolah dirangsang dengan beasiswa.

"Tercatat akan ada dua alumni yang lolos dan berhak mendapat beasiswa senilai Rp 2 milyar. Keduanya berhak ikut program Kuliah Gratis di Sampoerna University sekaligus Arizona University selama 4 tahun," ujarnya.

Selain itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru, Muba menjalin kerjasama pengamanan dengan Polres Muba. "Polres Muba kita gandeng untuk memberikan pendampingan bagi guru dalam pelaksanaan tugasnya," jelas Musni. (cr13)

===

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved