Pemilu 2019

Banjir Interupsi, Rapat Pleno Pemilu 2019 di KPU Kota Palembang Diskor Selama 2 Jam

Banjir Interupsi, Rapat Pleno di KPU Kota Palembang Diskor Selama 2 Jam. Interupsi dari saksi partai dan calon legislatif karena menolak pembahasan

Banjir Interupsi, Rapat Pleno Pemilu 2019 di KPU Kota Palembang Diskor Selama 2 Jam
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Bawaslu dan pihak kepolisian menggembok pintu Aula Demokrasi KPU Kota Palembang karena Rapat diskor selama 2 jam, Rabu (1/5/2019). Banjir Interupsi, Rapat Pleno Pemilu 2019 di KPU Kota Palembang Diskor Selama 2 Jam 

Banjir Interupsi, Rapat Pleno di KPU Kota Palembang Diskor Selama 2 Jam

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu serentak 2019 di tingkat kota yang diselenggarakan pada hari kedua, Rabu (1/5/2019) di Aula Demokrasi KPU Kota Palembang dibanjiri interupsi dari saksi partai dan calon legislatif karena menolak pembahasan di semua tingkatan.

Setelah dibacakannya rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat DPD RI suasana mulai berubah dari tadinya tenang menjadi bergejolak banjir interupsi.

Rudi, saksi dari partai Golkar merasa keberatan atas keputusan KPU yang menjalankan rapat pleno di semua tingkatan mulai dari DPR RI, DPD RI, DPRD Kota dan DPRD Provinsi.

"Mohon izin pimpinan kenapa rapat kali ini membahas seluruh tingkatan padahal dari awal dijelaskan bahwa pembahasan kita kali ini membahas tingkat DPR RI saja kenapa jadi seperti ini. Mohon untuk dipikirkan karena ini sangat membuat rancu," ujarnya.

Senada dengan Rudi, saksi DPD dengan nomor urut 53, Dari mengatakan juga menyatakan keberatan atas keputusan tersebut dan pihaknya tidak merasa dihubungi atas pembahasan ini.

Menanggapi itu semua, Ketua KPU Palembang, H Eftiyadi mengatakan ini semua atas perintah KPU Sumsel yang harus dilakukan sesuatu peraturan dan pasal yang berlaku.

"Kami juga berharap sama dengan saksi tapi ini perintah KPU pusat. Untuk itu kami skor rapat ini sampai 2 jam atau samapi pukul 14.00 WIB siang," katanya.

Ia menambahkan diundurnya rapat ini karena ia akan berkoordinasi dengan KPU pusat dalam hal ini KPU Sumsel dan menghubungkan semua saksi baik dari partai maupun dari saksi DPR RI, DPD RI, DPRD Kota dan DPRD provinsi.

Akhirnya semua peserta rapat meninggalkan ruangan rapat dengan catatan kotak suara dijaga ketat oleh pihak kepolisian Palembang dan digembok rapat pintunya.

====

Penulis: Haris Widodo
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved