Berita Palembang

Achmad Romsan Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya

Universitas Sriwijaya (Unsri) mengukuhkan Prof. Dr. H. Achmad Romsan, S.H., M.H., LL.M., menjadi Guru besar Ilmu Hukum di kampus tersebut.

Achmad Romsan Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya
SRIPOKU.COM/RESHA
Prof. Dr. H. Achmad Romsan, S.H., M.H., LL.M., saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya, di Hall FH Tower Lt. 8 Fakuktas Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya Kampus Palembang, Senin (29/4/2019). 

“Mudah-mudahan ada nanti Pengacara dan Hakim menggunakan mekanisme HAM untuk mengadili masalah lingkungan tadi,” jelasnya.

Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantunya selama berproses hingga menjadi Guru Besar Ilmu Hukum seperti saat ini.

Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE mengatakan, Guru Besar untuk Ilmu Hukum di Universitas ini masih sangat langka.

Dimana, saat ini jumlah tenaga pengajar bergelar Guru Besar yang aktif baru 3 orang, termasuk Achmad Romsan.

“Unsri itu memiliki 126 guru besar. Tapi yang aktif berjumlah 66 orang."

"Mudah-mudahan dengan nambahnya Guru Besar ini, dapat memotivasi yang lain untuk segera mengurus gelar guru besarnya,” ungkapnya.

Saat ini, Unsri memiliki sekitar 300 orang tenaga pengajar yang sudah bergelar Doktor, dan memiliki jabatan Lektor Kepala.

Hal ini merupakan potensi bagi Unsri untuk menambah jumlah Guru Besarnya, karena tinggal satu tahap lagi untuk meraih gelar tersebut.

Prof. Dr. H. Achmad Romsan, S.H., M.H., LL.M., saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya, di Hall FH Tower Lt. 8 Fakuktas Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya Kampus Palembang, Senin (29/4/2019).
Prof. Dr. H. Achmad Romsan, S.H., M.H., LL.M., saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya, di Hall FH Tower Lt. 8 Fakuktas Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya Kampus Palembang, Senin (29/4/2019). (SRIPOKU.COM/RESHA)

“Hanya saja memang mengurus guru besar ini kadang-kadang yang susah itu mengumpulkan data. Kalau tulisan itu mudah."

"Tapi ngumpulkan data apa-apa yang sudah kita punya, kita belum memiliki kebiasaan yang bagus seperti di Eropa dan Amerika, mereka tertata dengan baik. Sehingga waktu mau guru besar itu mudah,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved