Berita Empatlawang

Jembatan Ponton di Kecamatan Paiker Hanyut, Barang dan Hasil Bumi di 15 Desa Sulit Keluar Masuk

Luapan Sungai Musi menyebabkan jembatan Ponton hanyut di Desa Padangtepong Kecamatan Paiker Empatlawang, sebabkan rumah warga terendam banjir

Jembatan Ponton di Kecamatan Paiker Hanyut, Barang dan Hasil Bumi di 15 Desa Sulit Keluar Masuk
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Warga Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi KAbupaten Empatlawang membersihkan lumpur dan perabot di rumah mereka yang sempat terendam luapan sungai Musi, Minggu (28/4/2019). 

Lapporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG -- Pasca luapan Sungai Musi yang menghanyutkan jembatan Ponton di Desa Padangtepong yang menghubungkan Kecamatan Ulumusi dengan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Empatlawang,  menyebabkan sejumlah rumah warga terendam banjir.

Akibatnya lumpur terbawa air masuk ke rumah dan mengotori seisi rumah warga.

Seiring menyusutnya debit air, warga Padangtepong dan Muarabetung melakukan pembersihan di dalam dan sekitar rumah mereka yang terendam banjir.

Sementara itu, akibat dari banjir kemarin, aktivitas warga di 15 Desa di Kecamatan Paiker tetap berjalan seperti biasa walaupun ada kesulitan warga keluar masuk dari arah Ulumusi ke Kecamatan Paiker maupun arah sebaliknya karena akses utama yang bisa dilewati jembatan ponton terputus diterjang air sungai Musi.

"Aktivitas masyarakat di kecamatan Paiker masih berjalan seperti biasa, karena tidak terlalu banyak rumah warga yang terkena banjir, namun dikawatir untuk seminggu dua minggu kedepan harga - harga akan naik akibat akses jalan yang lumpuh tersebut," kata Camat, Minggu (28/4/2019)

Ia menjelaskan, memang masih ada jalan darurat yang menghubungkan kecamatan Paiker ke Ulumusi maupun sebaliknya, namun kondisinya tidak memungkinkan.

"Memang ada jalan alternatif untuk keluar yaitu jalan arah Talangbengkulu ke desa Simpang perigi, namun akses tersebut tidak bisa dilewati mobil truk untuk mengangkut hasil bumi seperti kopi dan padi, dengan tidak adanya akses tersebut tentu nanti akan sangat berpengaruh dengan harga barang jadi seperti gas 3 Kg, dan minyak ini nanti akan mahal harganya dan bahkan susah untuk didapat oleh masyarakat Paiker," katanya.

Kakek Sulistyo Tukang Ojek di Baturaja Ini Dibegal Dua Pelaku yang Berpura-pura Menjadi Penumpang

Nenek dan Cucu, warga Desa Gasing Banyuasin Tewas Ditabrak Avanza di KM 9 Palembang-Tanjung Api-api

Dian Sudah Ingatkan Suaminya untuk Hati-hati karena Sudah Mendapat Ancaman

Masih dikatakan Supawi, pemerintah daerah memang sudah melakukan pengecekan langsung ke tempat kejadian

"Bupati kemarin sudah berkunjung mengecek jembatan darurat tersebut dan sudah melaporkan kejadian ini ke Gubernur, kami berharap dalam waktu dekat segera ada solusi untuk melakukan perbaikan jembatan, sebab sejauh ini jembatan darurat yang dibuat masyarakat dari batang kelapa,"tuturnya

Sementara Plt Kadinsos Empatlawang, Fafif Fortuna mengatakan, pihaknya saat ini sedang mendata masyarakat yang terkena dampak banjir tersebut agar bisa menurunkan bantuan - bantuan logistik.

"Iya hari ini, saya sudah perintahkan Tagana untuk mendata jumlah masyarakat dari Kecamatan Paiker dan Ulumusi yang menjadi korban luapan sungai,"katanya.

Setelah mendata, pihaknya akan memberikan bantuan logostik, berupa sembako dan pakaian yang diperlukan oleh masyarakat.

"Jumlah korban menerima bantuan belum tau yang pasti kita akan memberikan bantuan sembako, pakaian , makanan-makanan dan lainnya sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat," kata dia. (cr27)

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved