Berita Palembang

Anniversary Sanggar Seni Cempako ke-25, Herman Deru Apresiasi Pelaku Seni yang Setia Kearifan Lokal

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, mengapresiasi Sanggar Seni Cempako yang telah bertahan hingga di usianya yang ke-25 tahun.

Anniversary Sanggar Seni Cempako ke-25, Herman Deru Apresiasi Pelaku Seni yang Setia Kearifan Lokal
SRIPOKU.COM/RESHA
Gubernur Sumsel memberikan penghargaan kepada Pemilik Sanggar Seni Cempako, Hj. Ailuny Husni, saat perayaan Anniversary 25th Sanggar Seni Cempako di Excelton Hotel, Sabtu (27/4/2019) malam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, mengapresiasi Sanggar Seni Cempako yang telah bertahan hingga di usianya yang ke-25 tahun.

Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada beberapa pelaku seni dari sanggar yang melegenda di Kota Palembang tersebut, di acara Anniversary 25th Sanggar Seni Cempako, di Hotel Exelton Sabtu (28/4/2019) malam.

Satu diantaranya ialah, Hj. Ailuny Husni yang tak lain merupakan ibu mertua dari Herman Deru sendiri. Ia diberi penghargaan sebagai Insan dan Pelaku Seni Sanggar Seni Cempako, yang turut melestarikan Budaya Sumatera Selatan.

Gubernur Sumsel memberikan penghargaan kepada Pemilik Sanggar Seni Cempako, Hj. Ailuny Husni, saat perayaan Anniversary 25th Sanggar Seni Cempako di Excelton Hotel, Sabtu (27/4/2019) malam.
Gubernur Sumsel memberikan penghargaan kepada Pemilik Sanggar Seni Cempako, Hj. Ailuny Husni, saat perayaan Anniversary 25th Sanggar Seni Cempako di Excelton Hotel, Sabtu (27/4/2019) malam. (SRIPOKU.COM/RESHA)

Ailuny dalam sambutannya mengatakan, dirinya bangga bisa turut mempertahankan budaya seni asli Sumsel hingga mencapai usia 25 tahun. Ia mengatakan, perjalanan Sanggar tersebut tak lepas dari berbagai cerita suka maupun duka.

“Pernah satu kali kami dituduh memonopoli kegiatan yang ada di Kota Palembang. Tapi kami harus tetap tersenyum dengan anggota kami, dan kami harus jalan terus,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kunci sukses dari bertahannya Sanggar Seni Cempako ini tak lepas dari tangan dingin sang pengasuh, Ailuny Husin.

Ia sendiri merupakan saksi mata mengapa sanggar tersebut bisa bertahan sampai di era milenial ini.

“Kalau saya nilai, kelebihan sanggar ini sendiri satu diantaranya tetap konsisten dengan tema kedaerahan. Kearifan lokal yang dipertahankan sampai kepada tarian yang tidak diimprove, tidak diubah. Tentu ini punya nilai sendiri terhadap khasanah Sumsel,” ujar Deru saat diwawancarai.

Tentu, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku seni yang masih setia dengan kearifan lokal seperti Sanggar Seni tersebut.

Menurutnya, tidak semua insan seni yang mampu setia dengan rasa awal yang telah ditanamkan, di era yang sudah global seperti saat ini.

“Pemrpov Sumsel mmeberikan penghargaan itu untuk para pelaku seni, karena sebuah seni itu identik kepada kerjasama. Tidak ada yang berdiri sendiri. Mudah-mudahan ini dapat memotivasi insan-insan seni di Sumsel,” tambahnya.

Ia juga berharap, kepada para pelaku seni lain untuk tetap mempertahankan budaya asli Sumsel di tengah gempuran budaya asing yang mulai masuk ke budaya daerah.

Hal itu memang akan penuh tantangan, namun jati diri Sumsel di mata dunia tidak boleh hilang seiring akulturasi yang mulai merambah ke daerah Sumsel.

“Kita boleh menerima budaya-budaya asing di Sumsel. Tapi kita tetap juga harus melestarikan apa yang kita miliki,” jelasnya

Menyimpan Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Diakui Dunia, Berikut 10 Objek Wisata Menarik di Palembang

Tips Mengatur Gaji Kecil Agar tak Cepat Habis di Waktu Akhir Bulan, Salah Satunya Utamakan Prioritas

Lahiran Ditengah Proses Cerai, Ternyata Suami Pengusaha Kaya Ini yang Adzani Anak Nikita Mirzani

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved