Berita Palembang

Parkir di Depan Rumah, Mobil Pick Up BG 9401 NI Milik Boby Darwin Warga 7 Ulu Palembang, Hilang

Parkir di Depan Rumah, Mobil Pick Up BG 9401 NI Milik Boby Darwin Warga 7 Ulu Palembang, Hilang

Parkir di Depan Rumah, Mobil Pick Up BG 9401 NI Milik Boby Darwin Warga 7 Ulu Palembang, Hilang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Boby Darwin (57) warga Jalan KH Azhari Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang yang kehilangan mobil Suzuki Pick Up dengan nopol BG 9401 NI, melapor ke Polresta Palembang, Kamis (25/4/2019). 

Parkir di Depan Rumah, Mobil Pick Up BG 9401 NI Milik Boby Darwin Warga 7 Ulu Palembang, Hilang

Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Boby Darwin (57), warga Jalan KH Azhari Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang ini tak menyangka mobil Suzuki pick up dengan nopol BG 9401 NI yang diparkir di depan rumahnya dibawa kabur pencuri.

Menurut Boby, mobilnya diketahuinya hilang pada Kamis (25/4/2019) sekitar pukul 05.00 saat hendak ke pasar.

"Saat kejadian saya sedang di dalam rumah sedang tidur. Waktu saya mau ke pasar saya kaget karena mendapati mobil saya tidak ada lagi di tempatnya pak," ungkapnya kepada petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (25/4/2019).

Setelah kejadian Boby berusaha mencari di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun warga mengaku tidak tahu.

"Saya sudah mencari dan bertanya kepada warga sekitar tapi tak ada satu pun yang mengetahui mobil saya tersebut," katanya.

Atas kejadian tersebut Boby langsung mendatangi SPKT Polresta Palembang guna melaporkan kejadian yang dialaminya.

"Padahal mobil ada di depan rumah pak dengan keadaan terkunci namun masih bisa dibawa kabur. Saya harapkan dengan saya laporkan ke polisi yang saya alami ini, mobil saya dapat kembali," ujar Boby.

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang Kompol Yon E Winara melalui Ka SPKT, AKP Heri membenarkan adanya laporan pelapor terkait curanmor R4 yang mana pada saat kejadian pelapor memakirkan kendaraannya di depan rumah, namun tiba-tiba menghilang saat pelapor mau pergi ke pasar.

"Laporan sudah kita terima dan akan kita tindaklanjuti laporan tersebut, sementara untuk terlapor bila terbukti bersalah akan dikenakan pasal 363 KUPH dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun penjara," katanya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved