Pemilu di Israel Usai

Setelah Perhelatan Pemilu di Israel Usai

Pemilu Israel pada awal April lalu, menyisakan beberapa poin penting yang perlu menjadi catatan kita semua,

Setelah Perhelatan Pemilu di Israel Usai
ist
Alip D. Pratama, MH

Nama-nama organisasi non negara seperti ISIS, Al Qaeda, dan kelompok-kelompok separatis yang memiliki kemampuan militer yang tak kalah dibandingkan negara-negara berdaulat, adalah permasalahan sehari-hari yang justru menjadi tajuk diskusi bagi pengamat perpolitikan internasional hari ini.

Israel hari ini adalah sebuah negara yang justru banyak mengalami ujian-ujian eksistensial dikarenakan merosot drastisnya kinerja diplomasi dirinya, dikarenakan di dalam sidang-sidang terakhir yang membahas mengenai persoalan antara Palestina dan Israel, justru semakin ke sini, semakin banyak negara-negara yang sebelumnya bersikap netral terhadap persoalan ini, hari ini malah memberikan dukungannya secara terbuka kepada perjuangan kemerdekaan Palestina.

Tidak heran jika hari ini status negara Palestina menjadi lebih baik dibandingkan yang lalu.

Kegagalan Israel di dalam menangkap pergeseran dinamika negara-negara yang secara tradisional selalu memberikan dukungannya kepada Israel.

Namun hari ini justru berbalik mendukung Palestina, adalah PR besar yang mesti digarap oleh Netanyahu dan tim diplomasinya.

Secara kasat mata, pada dasarnya telah terjadi pergeseran demografi dan juga paradigma berfikir di kalangan negara-negara Eropa hari ini.

Kini, Eropa bukanlah sebuah benua yang hanya dipenuhi oleh mayoritas kulit putih saja. Secara demografi, Eropa hari ini adalah Eropa yang lebih pluralistik.

Terdiri dari berbagai macam etnis dan suku bangsa.

Mulai dari Arab, India ataupun Pakistan, Turki, China, hingga kelompok penduduk yang berasal dari etnis di Asia pasifik.

Kontur penduduk yang variatif, tentu juga mendorong sebuah realitas baru mengenai cara berfikir warga Eropa hari ini. Jika dahulu, bolehlah kita mengatakan bahwa mayoritas Eropa adalah kulit putih, dan memiliki paradigma berfikir yang lebih homogen, terutama mengenai agenda zionis internasional, mengingat Gerakan Zionisme Internasional itu lahir dari dukungan kelompok Elit negara-negara Eropa pada waktu itu, namun sekarang, semuanya sudah mengalami pergeseran yang teramat drastis.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved