Pemilu di Israel Usai

Setelah Perhelatan Pemilu di Israel Usai

Pemilu Israel pada awal April lalu, menyisakan beberapa poin penting yang perlu menjadi catatan kita semua,

Setelah Perhelatan Pemilu di Israel Usai
ist
Alip D. Pratama, MH

Dengan hitungan pemilihan di tahun ini, maka tercatat dia sudah memimpin Israel untuk periode yang kelima kali semenjak tahun 1996.

Dan beliau memang dianggap sebagai figur yang paling progresif di dalam merealisasikan visi ‘Israel Raya’ yang mencakup penguasaan secara penuh teritorial Palestina, yang pada dasarnya semakin ke sini, visi kontroversial
itu semakin mendapatkan tentangan dari berbagai negara-negara yang justru semakin solid di dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Maka jika kita membaca terpilihnya kembali Netanyahu sebagai orang nomor satu di Israel, itu tandanya, rakyat Israel masih mempercayai Ben di dalam membawa Israel keluar dari situasi yang semakin hari semakin rumit ini.

Di tengah situasi yang makin tidak karuan di Timur Tengah, terutama jika kita membicarakan perang sipil di Suriah, Yaman, dan manuver-manuver aneh dari Arab Saudi yang jutsru mengisolasi Qatar dari percaturan politik di Timur Tengah, ditambah terpilihnya kembali Erdogan di Turki yang diproyeksi masih akan terus memimpin hingga 2025.

Sudah barang tentu, figur sentral yang mampu membawa Israel keluar dari krisis ketidak-jelasan ini hanyalah Benjamin Netanyahu seorang.

Israel di Persimpangan Jalan

Situasi politik hari ini, tidaklah sama dengan situasi politik ketika 10 atau 20 tahun yang lalu.

Hari ini, jika kita membicarakan politik internasional, maka kita akan membicarakan sebuah tantangan yang jauh lebih kompleks dan rumit dibandingkan situasi yang lalu.

Hari ini kita berbicara tentang potensi serangan siber terhadap suatu negara, atau dampak dari sosial media yang justru menjadi sarana bagi kekuatan sipil, ataupun kelompok oposisi, di dalam menggalang kekuatannya untuk mendelegitimasi rezim yang dianggap telah kehilangan kepercayaan dari kelompok-kelompok yang menyatakan diri tidak puas dengan performa pemerintahannya.

Kita juga berbicara mengenai potensi berbahayanya aktor-aktor non negara, namun justru memiliki sumber daya militer yang jauh melampaui apa yang pernah dimiliki suatu negara berdaulat sebelumnya.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved