Pemilu di Israel Usai

Setelah Perhelatan Pemilu di Israel Usai

Pemilu Israel pada awal April lalu, menyisakan beberapa poin penting yang perlu menjadi catatan kita semua,

Setelah Perhelatan Pemilu di Israel Usai
ist
Alip D. Pratama, MH

Setelah Perhelatan Pemilu di Israel Usai
Oleh: Alip D. Pratama, MH
Direktur Eksekutif Center for Democracy and Civilization Studies, CDCS
Pemilihan umum Israel yang digelar pada awal April lalu, menyisakan beberapa poin penting yang perlu menjadi catatan kita semua, terutama bagi kelompok intelektual yang berkepentingan terhadap adanya upaya perdamaian di Timur Tengah.

Mengingat, Israel, pasca kemerdekaannya, adalah sebuah negara yang, pada dasarnya, tidak diinginkan keberadaannya oleh negara-negara Arab.

Namun, justru negara ini, mampu melewati berbagai macam ujian eksistensial mereka, terutama ketika Israel, seorang diri, dikepung dari berbagai macam penjuru.

Ketika meletusnya Perang Arab-Israel yang berjilid-jilid itu, hari ini justru bertransformasi menjadi aktor kunci jika kita ingin melakukan sebuah elaborasi masalah perdamaian di Timur Tengah, pada khususnya, dan juga dunia pada umumnya.

Sebagaimana yang telah kita ketahui melalui pemberitaan di sejumlah harian mainstream, bahwa Benjamin Netanyahu terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Israel.

Figur politisi yang menurut pandangan kelompok islamis di dunia, dipandang sebagai "the real evil", disebabkan berbagai macam kebijakan yang ditempuh pemerintahannya yang sangat kontroversial, khususnya ketika Netanyahu memindahkan ibu kota negaranya dari Tel Aviv, menuju Kota Jerusalem Barat.

Kontan saja, aksi sepihak itu segera direspon kecaman dari berbagai penjuru dunia.

Sebab, pada dasarnya kota Jerusalem adalah sebuah kota netral yang di bawah orotitas PBB.

Namun, dengan langkah yang ditempuh Netanyahu tersebut, seolah membuat PBB kehilangan legitimasinya di mata warga negara global.

Di sisi lain, Netanyahu adalah figur yang sangat popular di kalangan rakyatnya sendiri.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved