Kecelakaan Akibat Kelelahan Melakukan Pengawasan Pemilu, Jari Kelingking Yulianti Putus

Yulianti (35) warga kelurahan Muaraenim, nyaris tewas kecelakaan karena kecapekan melakukan pengawasan Pemilu.

Kecelakaan Akibat Kelelahan Melakukan Pengawasan Pemilu, Jari Kelingking Yulianti Putus
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak salah seorang petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 5, Kelurahan Muaraenim, Yulianti (35) warga kelurahan Muaraenim, kecelakaan karena kecapekan melakukan pengawasan Pemilu. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM,---Salah seorang petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 5, Kelurahan Muaraenim, Yulianti (35) warga kelurahan Muaraenim, nyaris tewas kecelakaan karena kecapekan melakukan pengawasan Pemilu.

Akibatnya ia menderita luka-luka dan cacat seumur hidup karena jari kelingkingnya putus dan jari tengahnya patah akibat kecelakaan tunggal di Kelurahan Muaraenim.

Menurut Yulianti, Selasa (23/4/2019) yang terbaring lemah di Kelas III, lematang 5 perempuan RSUD Dr HM Rabain Muaraenim, menceritakan bahwa kronologis kejadian berawal ketika dirinya melaksanakan tugas pengawasan dari pagi tanggal 17 April hingga subuh tanggal 18 April, tanpa istirahat dan tidur.

Saat subuh sekitar pukul 04.00, dirinya bersama petugas TPS mengantarkan surat suara yang telah selesai dihitung, namun saat itu, ada beberapa yang kurang dan perlu perbaikan sehingga otomatis bolak balik ke Kelurahan Muaraenim.

Dan mungkin kecapekan ditambah belum tidur semalaman menyebabkan motornya oleh dan terbalik. Setelah terbalik, iapun sadar dan ternyata tubuhnya sakit dan menderita luka-luka, bahkan jarinya ada yang patah dan putus terkena kaca spion motor. Dan untung temannya melintas sehingga ia langsung dibawa ke RSUD Muaraenim.

"Saya tidak tahu penyebabnya, tiba-tiba saya sadar sudah terjatuh," ujar istri Roni ini.

Masih dikatakan Yulianti, bahwa menjadi petugas di Pemilu ini, sudah biasa, sebab hampir setiap Pemilu dan Pilkada ia selalu ditunjuk menjadi petugasnya dan lancar semua. Dan baru Pemilu serentak kali ini, ia merasakan beban tugas yang begitu berat sebab bisa berhari-hari tanpa istirahat dan tidur.

Untuk itu, kedepan ia berharap semua petugas yang terlibat dalam kegiatan Pemilu supaya di asuransikan, sebab sudah berapa banyak petugas Pemilu yang meninggal dan sakit gara-gara menjalankan tugas negara.

"Untung saja saya mendapatkan bantuan dan perhatian dari Bawaslu," ujar ibu rua anak ini.

Ketika dikonfirmasi ke Ketua Bawaslu Muaraenim Suprayitno, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu RI, dan kita sudah mendata seluruh Pengawas TPS yang sakit atau kecelakaan ketika menjalankan tugas negara.

Dan kecelakaan tersebut, pihaknya akan semaksimal mungkin akan bertanggung jawab atas pengobatannya sampai sembuh serta telah memberikan santunan secara kelembagaan.

Kemudian atas masukan petugas Pemilu untuk diansuransikan tentu akan menjadi masukan dan perhatian serius dengan Bawaslu Provinsi dan RI.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Budi Darmawan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved