Pemilu 2019

Muchendi: PD Kembali Mengulangi Kursi Pemilu 2014 di Sumsel. Suara Meroket di Dapil Sumsel 3

Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Sumsel H Muchendi Machzareki SE menyatakan partainya bakal mengulangi perolehan kursi seperti Pemilu

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Sumsel H Muchendi Machzareki SE bersama dengan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Sumsel H Muchendi Machzareki SE menyatakan partainya bakal mengulangi perolehan kursi seperti Pemilu 2014 di Sumsel.

"Ini bukan klaim, tapi berdasarkan sumber C1. Insya Allah Partai Demokrat akan sama bisa mengulangi perolehan kursi di DPRD Sumsel seperti Pileg 2014," ungkap Muchendi, Senin (22/4/2019) malam.

Endi yang pernah duduk sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumsel mengatakan, dari penghitungan C1 dari 10 Dapil di Sumsel, Partai Demokrat minimal mendapatkan 1 kursi setiap Dapil.

"Insya Allah setiap Dapil ada perwakilan Caleg kita yang bakal jadi. Artinya minimal 10 yang jadi. Ini masih terus penghitungan, kalau di Dapil saya (Dapil Sumsel 3 OKI-OI) ini berkemungkinan bisa meraih 2 kursi. Artinya bisa keseluruhannya ada 11 kursi," terang Endi.

Mantan Cawabup Ogan Ilir ini mengatakan dari data C1 di Dapil Sumsel 3 ini, Partai Demokrat memiliki suara terbanyak yakni 70.000-an (tujuh puluh ribuan) suara. Sementara untuk suara Muchendi sendiri sudah tercatat 25.000-an (dua puluh lima ribuan) suara.

"Alhamdulillah dari suara partai, di Dapil Sumsel 3, Partai Demokrat paling banyak meraih suara. Selisih 14 ribu hingga 16 ribu dengan partai lainnya. Begitu juga untuk suara Caleg, suara saya Alhamdulillah paling banyak sudah mencapai 25 ribuan. Ini masih menyisahkan sekian ratus TPS," kata putra sulung mantan Wagub Sumsel yang juga Ketua DPD PD Sumsel Ir H Ishak Mekki MM.

Muchendi juga menyampaikan untuk kursi DPR RI dari Partai Demokrat Caleg Dapil Sumsel 1 atas nama Ir H Ishak Mekki MM bakal melenggang ke Senayan.

"Suara Pak Ishal Mekki cukup banyak yakni 50 ribuan untuk DPR RI Dapil Sumsel 1. Ini masih menyisakan sekian ribu TPS. Sementara total suara partai di Dapil ini mencapai 100.000-an (Delapan Puluh Ribuan). Kita merampungjan rekap C1 sehingga kalau sudah selesai bisa memastikan mana Caleg yang terpilih dari hasil riil jumlah dapatnya berapa," terang mantan Asisten Manajer SFC.

Raihan suara yang cukup signifikan Muchendi dan Ishak Mekki ini diakui lantaran selama ini masih rajin menyapa masyarakat terutama di Dapilnya. Selain itu efek sebelumnya pernah mengikuti pencalonan. Serta kehadiran AHY ke Sumsel.

"Yang pasti dengan Tim, kita terus berkomunikasi, dibina. Kalau ada kegiatan selalu hadir. Contoh setiap ada undangan kondangan menyempatkan hadir dan kegiatan organisasi lainnya. Kita pun masih terua menyapa masyarakat. Seperti saya pernah nyalon Cawabup OI itu juga berpengaruh," pungkasnya.

Wakil Ketua Partai Demokrat Sumsel H Chairul.S Matdiah SH MHKes mengklaim partainya berpeluang meraih kursi Ketua DPRD Sumsel periode 2019-2024.

"Kita 11 kursi sudah di tangan. Kita masih nenunggu yang di Muba. Jadi kita optimis bisa meraih kursi Ketua DPRD Sumsel periode 2019-2024," ungkap Chairul.

Sementara Chairul selaku Caleg DPRD Dapil Sumsel 1 wilayah Palembang 1 juga mengklaim suaranya telah memenuhi untuk aebagai Caleg Jadi dengan perolehan sekitar 14 ribu suara pada posisi penghitungan internal sekitar 50 persen.

"Untuk Caleg Partai Demokrat Dapi Sumsel 1 saya Chairul S Matdiah Alhamdulillah yang dapat kursi. Di beberapa kecamatan kita menang. Dari 9 Dapil kita menguasai 7 kecamatan. Antara lain Plaju, IB2 dan Gandus, Kertapati," kata pria yang dikenal sebagai Advokat.

Hanya saja, Chairul menyampaikan ada isu yang berkembang di lapangan adanya oknum rekan separtainya tengah berupaya bermain untuk menggoyang suaranya.

"Ada isu orang-orang di bawah saya yang akan mempengaruhi oknum pejabat negara di PPK. Walaupun saya tidak percaya itu. Karena kotak suara sudah dipegang gembok oleh Kapolsek, Bawaslu, PPK. Saat ini saya sudah mendapatkan sekitar 14 ribu suara. Orang di bawah saya jauh banyak selisih. Informasi ini 3-4 hari yang lalu kita dapat isu ini. Saya ingatkan penyelenggara pemilu jangan coba-coba merubah hasil C1. Karena isu ini sudah menyebar ke masyarakat. Informasinya oknum tersebut hendak mengambil suara partai dan suara kecil-kecil. Ini tindak pidana murni. Saya mengharapkan juga kepada rekan-rekan saya separtai untuk jangan coba-coba karena sidah bergerilya. Karena saya sudah menang. Penghitungan ini baru sekitar 50 persen dari 2.000-an TPS. Kita akan pantau dan awasi jangan sampai itu terjadi," tegasnya.

Diakuinya, perolehan suaranya menurun dibandingkan dengan Pileh pada tahun 2014 yakni sebesar 26.000 suara.

"Ya suara saya kali ini tidak sebesar Pileg 2014 yakni 26 ribu suara. Faktornya karena pemilih pada Pileg sekarang ini kesulitan untuk mencoblos," pungkas Chairul yang masih menjabat Wakil Ketua DPRD Sumsel.

Chairul juga melayangkan suratnya kepada H. Harnojoyo SSos selaku Ketua DPC Partai Demokrat Palembang

"Sehubungan dengan informasi yang berkembang bahwa pemilih Caleg Partai Demokrat untuk Provinsi Sumatera Selatan Dapil I, Hasilnya akan di rubah oleh Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Mengingat sangat urgent masalah ini, saya H. Chairul S. Matdiah Caleg No. Urut. 1 Dapil I Sumsel memohon kepada Ketua DPC Palembang untuk dapat menindak lanjuti laporan saya ini, karena menjaga azas Pemilu yg jujur, adil dan menghindari kecurangan sesama Caleg Partai Demokrat Dapil I Sumsel. Demikian untuk dapat ditindak lanjuti, terima kasih," tulis Chairul S. Matdiah dalam suratnya.

Sementara Caleg DPRD Sumsel sesama Partai Demokrat dan juga se-Dapil Palembang 1, H Handry Pratama sebelumnya juga mengaku tengah berupaya mencari tahu suaranya mengalami hilang.

"Pada penghitungan suara di papan plano seperti di TPS 9 Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU 1, suara atas nama saya yang tadinya 61. Kenyataannya tercatat di C1 kertas tinggal 1 suara. Saya tidak mau menuduh. Wallahuahlam," keluh Tama yang juga dikenal sebagai Ketua KNPI Kota Palembang.

Sementara Komisioner KPU Palembang Divisi Hukum dan Pengawasan A Malik Syafei MH menyatakan agar peserta pemilu untuk mengikuti aturan sesuai dengan mekanismenya.

"Sekarang ini proses rekapitulasi secara berjenjang di kecamatan. Di situ Panwas dan saksi ikutilah sesuai mekanisme. Kalau menemukan kejanggalan, silahkan tempuh sesuai dengan prosedurnya," kata Malik. (Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved