Patrich Wanggai Berikan Klarifikasi Terkait Kasus Penganiayaan Di Yogyakarta

Striker Kalteng Putra, Patrich Wanggai memberikan klarifikasi kepada awak media terkait kasus penganiayaan di Yogyakarta.

Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/DOK
Patrich Wanggai. 

SRIPOKU.COM - Striker Kalteng Putra, Patrich Wanggai memberikan klarifikasi kepada awak media terkait kasus penganiayaan di Yogyakarta.

Seperti Diberitakan Sripoku.com sebelumnya Patrich Wanggai dilaporkan ke Polda DIY lantaran terlibat kasus penganiayaan di sebuah bar di kawasan Demangan, Kota Yogyakarta, Kamis (11/4/2019).

Patrich Wanggai diduga melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Lalu Dhimas Ajie.

Penyerang Kalteng Putra itu memberikan penjelasan kasus tersebut kepada awak media, Sabtu (20/4/2019).

Ia mengaku keberatan dengan pernyataan korban yang melapor ke Polda DIY.

"Apa yang mereka sampaikan itu lucu. Mereka bilang saya melarikan diri, dikejar-kejar ya, setelah kejadian itu," kata Wanggai dikutip BolaSport.com dari Tribun Jogja.

"Padahal saya jalan kaki, terus pulang naik becak. Mana ada yang lari. Lagipula, dia juga tau kok saya ada dimana," ujarnya menambahkan.

Lakukan Penganiayaan . Penyerang Kalteng Putra, Patrich Wanggai Dilaporkan ke Polisi

Deretan Anak Selebriti yang Luput dari Sorotan, No. 2 Korban Broken Home dan Ayahnya Baru di Penjara

Patrich juga menambahkan bahwa ia langsung berinisiatif menengok korban yang kala itu sempat mendapat perawatan di RS Bethesda selama beberapa hari.

Akan tetapi, ia memastikan maksud dan tujuan kedatangannya tersebut bukan untuk mengajak damai.

"Bukan mau minta damai, saya hanya mau bicara ya, kami mediasi, ada pengacaranya juga waktu itu," ucap Wanggai.

"Dia (korban) bilang ke saya suruh balik dulu, minta saya memberinya waktu untuk berpikir," ujar Wanggai lagi.

Patrich pun menjelaskan, sejak awal, dia sama sekali tidak memiliki masalah dengan korban.

Oleh karena itu, pemain asal Papua itu mengaku heran dengan korban yang menegurnya dengan nada tinggi sembari menyuruh keluar dari bar.

Tim kuasa hukum Lalu Dhimas Ajie Dwiatmaja (32, korban penganiayaan pesepak bola Patrich Wanggai saat menunjukkan bukti laporan dan foto korban pada awak media, Jumat (19/4/2019).
Tim kuasa hukum Lalu Dhimas Ajie Dwiatmaja (32, korban penganiayaan pesepak bola Patrich Wanggai saat menunjukkan bukti laporan dan foto korban pada awak media, Jumat (19/4/2019). (Tribun Jogja/ Hanif Suryo)

"Saya bahkan tidak ada masalah sama dia, cuma pas keluar dari situ, saya juga tidak tahu mereka dari mana ya, entah kawannya, atau gimana," kata Wanggai.

"Terus terang saja, saya sedikit tidak terima dengan mereka punya pembicaraan di media. Saya rasa, apa yang mereka katakan itu tidak masuk akal," ujar eks pemain Persib Bandung tersebut.

Ditambah lagi, Wanggai juga mengaku sempat mendapat pukulan dari salah satu rekan korban saat insiden tersebut.

Walau begitu, Patrich urung membuat laporan kepolisian karena masalah semacam ini sejatinya sepele.

"Kena pukul di kepala belakang, di kiri ini. Tetapi, sudah tidak apa-apa. Saya pun sempat ketemu temannya itu saat di RS. Saya bicara ke dia juga, saya waktu kejadian tidak mabuk, kondisi sadar. Ya, saya ingat betul mukanya," tuturnya mengakhiri.

Sejauh ini, Wanggai belum mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian terkait interogasi kasus tersebut.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved