Berita Empatlawang

Joncik Muhammad Gali Kekhasan Budaya Sedekah Serabi di Empatlawang Expo

Memeriahkan hari jadi Kabupaten Empatlawang ke-12 tahun, Pemkab Empatlawang gelar Empatlawang expo dan festival kuliner Serabi.

Joncik Muhammad Gali Kekhasan Budaya Sedekah Serabi di Empatlawang Expo
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Bupati Empatlawang, H.Joncik Muhamad dan jajaran OPD menikmati serabi pada even Empatlawang exspo di pulau emas, Jum'at (19/4/2019) 

Laporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG-- Memeriahkan hari jadi Kabupaten Empatlawang ke-12 tahun, Pemkab Empatlawang melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan dan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan membuka Empatlawang Expo dan Festival kuliner Serabi, di Pasar Pulau Emass Tebingtinggi, Jum'at (19/4/2019)

Agenda ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan satu tahun sekali bertujuan untuk mensosialisasikan, mengembangkan serta meningkatkan produk - produk unggul yang ada di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati kemasyarakat luas

"Empatlawang Expo diselenggarakan selama lima hari, dengan diikuti oleh 35 OPD, sepuluh kecamatan, BUMN,"kata Kepala Disperindag Rudianto.

Rudi berharap masyarakat bisa mengetahaui lebih jelas tentang produk unggulan Empatlawang dengan mendatangi langsung stan - stan disediakan.

Bupati Lahat Cik Ujang Ingin Setiap Kecamatan Ada Lapangan Sepakbola

Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2019 di Kecamatan Baturaja Timur Digelar Hari Ini

Baru Tujuh Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir yang Menyerahkan Formulir C1

Bupati Empatlawang H Joncik Muhammad mengatakan festival sedekah serabi merupakan baru diadakan dan potensi budaya lokal, pertama dilakukan oleh Pemkab Empatlawang berbarengan dengan Empatlawang expo.

Sedekah serabi sebuah kekhasan ada di Empatlawang tidak ada ditempat lain.

"Sedekah serabi merupakan kekhasan, budaya di Empatlawang, tidak ada di tempat lain, ada keunikan, ada sebuah ritual ada makanan khas di masyarakat Empatlawang dikenalkan ke luar daerah, kita berharap kalau pariwisata, ekonomi kreatif maju akan meningkatkan pendapatan masyarakat Empatlawang," kata Joncik.

Usia kabupaten Empatlawang memasuki usia 12 tahun, ibarat anak mulai akil baliq menuju kedewasaan jadi sudah mengerti mulai harus mandiri dan bisa mengembang kwalitas diri, tidak tergantung lagi dengan orangtua untuk itu Kabupaten Empatlawang harus sudah menunjukan identitasnya, bahwa Empatlawang ada produk unggulan sudah ada garapan sesuai dengan potensi apa yang ada.

Joncik mengajak masyarakat Empatlawang mencintai budaya, dan kekhasan Empatlawang untuk diangkat dan kenalkan budaya asli Empatlawang ke dunia luar. (cr27)

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved