Berita OKU Timur

Selama Januari-Februari 2019, Lima Orang Meninggal Dunia Akibat Lakalantas di OKU Timur

Selama priode Januari - Februari 2019 sedikitnya ada lima nyawa melayang akibat Kecelakaan Lalu Lintas (lakalantas) di OKU Timur.

Selama Januari-Februari 2019, Lima Orang Meninggal Dunia  Akibat Lakalantas di OKU Timur
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
AKP Beni Nofiza Kasat Lantas Polres OKU Timur 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Berdasarkan data dari Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres OKU Timur selama priode Januari - Februari 2019 sedikitnya ada lima nyawa melayang akibat Kecelakaan Lalu Lintas (lakalantas) di OKU Timur.

Sedangkan untuk jumlah kasus laka lantas tahun 2019 mencapai 12 kasus diantaranya lima orang meninggal dunia, lina luka berat dan tujuh orang luka ringan dengan total kerugin mecapai Rp. 67,900,000. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah laka lantas bulan Januari hingga Februari hanya satu kasus diantaranya satu orsng meninggal dunia.

"Sementara luka berat, luka ringan dan kerugian nihil. Artinya jumlah laka lantas tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu," ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Lantas AKP Nofiza Kamis (11/4).

Menurut Nofiza, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, kedepan Satlantas Polres OKU Timur akan meningkatkan giat penyuluhan di setiap sekolah maupun kelompok millenial.

Baru Saja Menikah, Wanita ini Kaget Mantan Suaminya Datang Memohon Kembali dengan Gaun Pengantin

Wagub Mawardi : Sabut dan Batang Kelapa Jangan Sampai Mubazir

VIDEO VIRAL Penemuan Tumpukan Surat Suara Sudah Tercoblos di Selangor Malaysia

Selain itu, patroli juga akan ditingkatkan terutama di daerah rawan laka serta melakukan koordinasi dengan PU dan Dishub terkait banyaknya jalan rusak dan minimnya rambu lalu lintas dijalan.

"Kecelakaan lalu lintas tahun ini, didominasi oleh faktor manusia yang lalai dalam berkendara dijalan seperti tidak memakai helm SNI. Namun ada juga faktor jalan rusak dan berlubang," jelasnya.

Intinya kata dia, kesadaran masyarakat akan terib berlalu lintas belum maksimal, masih mengangap penggunaan helm hanya waktu tertentu saja bukan sebagai kebutuhan keselamatan berkendaraan.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada pengguna jalan agar tetap menjaga prilaku dan sopan santun dijalanan serta mengingatkan agar berkendara dengan wajar dan tidak perlu ngebut.

"Jadilah pengemudi atau pengendara yang baik. Patuhi aturan lalu lintas,” katanya. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved