Kapolda Sumsel: Dapil 7 DPRD Provinsi Secara Historis Rawan, Pernah Ada Keributan Saat Pilkada

Kapolda Sumsel: Dapil 7 DPRD Provinsi Secara Historis Rawan, Pernah Ada Keributan Saat Pilkada

Kapolda Sumsel: Dapil 7 DPRD Provinsi Secara Historis Rawan, Pernah Ada Keributan Saat Pilkada
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat ditanya mengenai pengamanan pemilu di wilayah Sumsel, Kamis (11/4/2019). 

Kapolda Sumsel: Dapil 7 DPRD Provinsi Secara Historis Rawan, Pernah Ada Keributan Saat Pilkada

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polda Sumsel memastikan akan menjaga keamanan selama pelaksanaan pemilihan umum serentak yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang.

Pemetaan wilayah rawan sudah dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (10/4/2019).

Menurutnya, beberapa daerah pilih (Dapil) memang rawan, namun itu membuat pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi.

"Untuk di Sumsel memang ada beberapa wilayah rawan seperti Dapil 7 DPRD Provinsi. Wilayah rawan itu yakni, Lahat, Pagaralam, dan Empat Lawang. Secara historikal wilayah rawan tersebut, pernah ada keributan saat pilkada. Secara umum tidak masalah. Hanya saja historikal itu jadi catatan kami," jelasnya.

Selain itu, pengamanan TPS akan dimulai pada Minggu (14/4/2019) mendatang dengan menyebar personel ke kabupaten kota.

Targetnya hingga H-1 sebelum pencoblosan para personel sudah dapat memastikan pemilu berjalan lancar.

"Pengamanan TPS mulai minggu tanggal 14 April ini atau H-3 pencoblosan dengan disebar personil ke Polres-Polres. H-2 Ke Polsek-Polsek untuk mengecek logistik kotak, surat suara, dan segala macam sampai dibawa ke TPS masing-masing. H-1 pemilu seluruh logistik harus sudah di desa."

"Sesuai ketentuan tanggal 17 April saat pencoblosan semua logistik harus sudah sampai. Hari ini informasi dari KPU kita sudah berkordinasi baik KPU Kota, kabupaten hingga penyaluran ke kecamatan-kecamatan," jelasnya.

Selain itu, Zulkarnain memastikan menjelang masa tenang, kepolisian akan tetap memantau keamanan dalam jalannya pemilu dengan menurunkan tim anti politik uang dan berita hoaks.

"Masa tenang kami tetap memantau, ada tim anti money polityc, tim cyber untuk memantau berita hoax dan kecurangan yang terkordinir ke mabes polri," ungkapnya.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved