Berita Palembang

Japri Sumsel Siapkan 1000 Stiker, Sisir Jalan Protokol Palembang Tandai APK Caleg Melanggar

Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dari peserta Pemilu kian banyak bertebaran di jalan protokol Kota Palembang,

Japri Sumsel Siapkan 1000 Stiker, Sisir Jalan Protokol Palembang Tandai APK Caleg Melanggar
KOLASE SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Ketua Korwil Japri Sumsel, Haris Saputra saat menandai dengan menempel stiker yang dianggap melanggar. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Seminggu menjelang pencoblosan pemilihan umum, baik Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dari peserta Pemilu kian banyak bertebaran di jalan protokol Kota Palembang, Kamis (11/4/2019).

Pemasangan APK dari Capres dan Caleg ini memang memiliki keterbatasan ruang. Tidak hanya dilarang terpasang di fasilitas pendidikan, rumah ibadah, tetapi APK juga tak diperbolehkan dipasang di pohon dan tiang listrik.

Meski begitu, kenyataan di lapangan, APK yang terpasang di pohon dan tiang listrik tiap sudut kota semakin banyak dan seakan fenomena ini tak bisa dihindari, sehingga terjadi hampir di pelosok tanah air Indonesia, termasuk di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Menyikapi hal ini, Koordinator Wilayah Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Korwil JAPRI Sumsel) Haris Saputra mengatakan, bahwa pihaknya 'menandai' dengan stiker APK yang dinilai melanggar serta dipasang dengan dipaku di pohon-pohon.

"Kami sengaja turun ke jalan dan menandai APK-APK ini, terkhusus yang ada di Kota Palembang yang dinilai melanggar, dengan cara menempel stiker yang kami buat," ujar Haris Saputra Ketua Korwil JAPRI Sumsel, Kamis.

Menurut Haris, Japri yang merupakan Mitra dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ini, setidaknya sudah menyiapkan sebanyak 1000 stiker untuk menandai APK-APK yang melanggar.

"Jumlah stiker yang kami buat tentu tak bisa menandai seluruh APK yang melanggar. Untuk itu, dengan jumlah ini kami hanya tandai APK pelanggar yang terpasang di jalan-jalan protokol saja," jelas Haris.

Aturan mengenai larangan pemasangan di pohon dan tiang listrik ini sudah jelas, ditambah lagi pemasangan APK dengan memaku pohon yang melanggar UU RI Nomor 32 Tahun 2009, namun para peserta Pemilu seakan cuek dan tak mengindahkan aturan tersebut.

"Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat luas, bahwa APK-APK yang terpasang dan kami tandai ini adalah sebuah pelanggaran. Dan informasi ini mungkin dijadikan dasar oleh masyarakat dalam menentukan calon wakilnya," timpal Haris lagi.

Ini Video Pengakuan 7 Siswi yang Terseret Dugaan Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak

Terungkap Kronologi Akm Habisi Nyawa Ibu Kandung, Polisi akan Lakukan Tes Kejiwaan Pelaku

Hasil Visum Siswi SMP Korban Pengeroyakan Siswi SMA Jawab Isu Penusukan Organ Virtal

Penulis: Reigan Riangga
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved