Berita Palembang

Arus Perubahan Teknologi, Sebabkan Anak-anak Sering Lakukan Aksi Bullying

Arus perubahan teknologi yang begitu cepat di era milenial, menjadi salah satu faktor anak-anak melakukan aksi penindasan alias bullying

Arus Perubahan Teknologi, Sebabkan Anak-anak Sering Lakukan Aksi Bullying
gazettereview.com1020 × 687
Ilustrasi bullying pada anak. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Arus perubahan teknologi yang begitu cepat di era milenial, menjadi salah satu faktor anak-anak melakukan aksi penindasan alias bullying terhadap temannya.

Di era medsos yang serba bebas, membuat para anak-anak meniru prilaku buruk berseliweran di dunia maya tanpa ada penyaringan terlebih dahulu.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Palembang, Romi Afriansyah mengatakan orang dewasa kerap kali mengunggah prilaku buruk mulai dari perkataan hingga tindakan di medsos. Prilaku tersebut kemudian ditiru oleh anak-anak dan diterapkannya di lingkungan mereka.

"Prilaku buly ini tidak terlepas dari ulah orang dewasa yang mencontohkan hal tidak baik. Dampak perubahan teknologi ini membuat anak-anak dengan mudah mengakses medsos," ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Menurut Romi, masalah yang tengah viral yakni kasus bullying terhadap Audrey siswi SMP di Pontianak merupakan contoh nyata prilaku anak-anak yang sudah lewat batas wajar.

Mereka dengan berani melakukan kekerasan, bahkan tanpa bersalah tetap bermain medsos ketika diamankan oleh aparat kepolisian.

Romi pun mengaku hingga saat ini para pelaku bullying khususnya anak-anak belum dapat dijerat secara hukum sesuai peraturan perundang-undangan perlindungan anak. Biasanya kasus tersebut berujung pada perdamaian antara kedua belah pihak.

"Undang-undang terhadap anak ini perlu juga direvisi untuk memberikan efek jera terhadap pelaku buly. Untuk merevisi itu tentu menjadi ranah DPR dan pemerintah," jelasnya.

Meski kasus bullying tengah marak di Indonesia, namun Romi mengungkapkan kasus tersebut cenderung menurun di kota Palembang. Dari tahun lalu terdapat empat kasus, untuk tahun ini KPAID Palembang baru menerima satu laporan kasus buly.

Ia menambahkan, untuk menekan terjadinya aksi buly perang orang tua dan orang dewasa sangat diperlukan. Sebagai orang yang lebih tua hendaknya jangan mudah memberikan contoh hal kurang baik.

"Untuk Palembang kasus buly bisa dikatakan menurun. Upaya menekan kasus buly orang tua harus melakukan pengawasan terhadap anak dan orang dewasa harus komitmen beri contoh yang baik," ungkap Romi. 

Pelajaran dari Suami Rey Utami, Kena Stroke dan Jantung Karena Gunakan Minyak Goreng Berulang

Antisipasi Kerusakan, Logistik Pemilu Diplastiki, KPU Mulai Distribusikan ke Daerah Terjauh

Chat Terhapus, Berikut Tips Cara Membaca Pesan WhatsApp yang Telah Dihapus, Tak Perlu Takut Lagi!

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved