Kasus JusticeforAudrey Viral, Ifan Seventeen Geram Hingga Jenguk ke Pontianak, Janji Bakal Begini!

Publik tanah air sontak dikejutkan dengan kabar seorang siswi SMP di Pontianak berinisial AU (14) yang menjadi korban pengeroyokan siswi SMA di dua

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
kolase instagram
Kasus JusticeforAudrey Viral, Ifan Seventeen Geram Hingga Jenguk ke Pontianak, Janji Bakal Begini! 

Kasus JusticeforAudrey Viral, Ifan Seventeen Geram Hingga Jenguk ke Pontianak, Janji Bakal Begini!

SRIPOKU.COM - Publik tanah air sontak dikejutkan dengan kabar seorang siswi SMP di Pontianak berinisial AU (14) yang menjadi korban pengeroyokan siswi SMA di dua tempat berbeda.

Akibat pengeroyokan tersebut, AU harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

AU yang menjadi korban bullyan, rambutnya dijambak dan disiram menggunakan air.

Bahkan kepala korban dibenturkan ke aspal, dan perut korban diinjak.

Kejadian tersebut pun viral dan menjadi sorotan masyarakat hingga saat ini, termasuk Ifan Seventeen.

Sering Dibully Terungkap Sosok Dibalik Penampilan Aurel Hermansyah, Kini tak Mau Pakai Baju Kembar

Samsung Keluarkan 3 Produk Tablet Sekaligus, Tersedia Mulai Bulan Ini

Wanita Ini Dijambret di Jakabaring, Namun saat Melapor ke Polresta Palembang Ini yang Terjadi

Pantauan Sripoku.com dari laman Instagramnya, Ifan Seventeen baru mengunjungi AU secara langsung di RS Promedika Pontianak.

Vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah terlihat mengunggah beberapa foto dan video kebersamaannya dengan AU dalam akun Instagram @ifanseventeen beberapa jam yang lalu.

Saat bertemu dengan Ifan, tangis AU pun pecah tak terbendung.

Dalam video tersebut, Ifan terlihat berbincang dengan AU dan mencoba menguatkannya.

"Nggak usah nangis. Ramai sekali yang dukung audrey, yang kuat," kata Ifan 

AU pun menghapus air matanya dan tersenyum kecil.

Ifan berharap kasus yang terjadi pada AU tak terulang lagi di manapun.

Dia juga berjanji akan membantu kasus pengeroyokan ini ke ranah hukum.

Tujuannya agar pelaku pengeroyokan mendapat hukuman yang setimpal.

Video Dua Menteri Canangkan Pembangunan Tol Muaraenim-Lahat-Lubuk Linggau

Kisah Mukjizat Nabi Muhammad SAW, Bulan Terbelah yang Buat Takjub Para Pembesar Quraisy

Aneh Tapi Nyata, Ini Makanan Ekstrem di Dunia, No.7 Butuh Mental Tinggi & No. 8 tak Ada di Indonesia

Dalam unggahan Ifan tersebut, ia memperlihatkan wajah AU yang selama ini dututupi.

Rupanya hal tersebut adalah permintaan langsung dari AU sendiri kepada Ifan untuk menunjukan wajahnya dimedia sosial supaya masyarakat tau jika AU kuat.

"Audrey cantik Audrey manis anak baek anak sholehah InsyaAllah @niggaaarey yang kuat ye nong, jadikan pembele buat kawan2 seumuran audrey yang laen, bukan hanye di Pontianak, tapi di seluruh Indonesia.

Biar tak ade lagi yang namenye bullying, apelagi sampe maen fisik.

InsyaAllah om Ifan bantu buat kakak-kakak yang nakal ke Audrey, biar mendapatkan hukuman yang seadil-adilnye.

Nb: Audrey yang meminta agar mukanya tidak diblurkan, Audrey pengen semua orang tau kalo Audrey kuat,

MasyaAllah barakallah Audrey anak cantik jadi pembela buat anak2 yang lain.

#justiceforaudrey," tulisnya.

Aneh Tapi Nyata, Ini Makanan Ekstrem di Dunia, No.7 Butuh Mental Tinggi & No. 8 tak Ada di Indonesia

Gunakan 4 Bahan Alami Ini Untuk Dapatkan Wajah Glowing & Tanpa Kerutan Seperti Bunga Citra Lestari

Video Pemecahan Rekor MURI oleh Ribuan Perempuan Sumsel Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak

Postingan tersebut pun mendapat banyak komentar dari warganet, bahkan banyak dari kalangan selebriti yang turut memberikan dukungan.

teukuwisnu: Bismillah semoga Allah selalu beri kesehatan kepada Audrey
Bro Salam utk Audrey dan keluarga ya bro

ariekuntung: Broh Panutanque niih, Broooh gemes brooh dengernya broooh.. bantu di sundul ke penyidik setempat bro supremasi hukum dipantau masyarakat nih, Mudah2an cepet sembuh dik audrey ya

dreynando: Thank soobb dilancarkan semua niat baik lo untuk membantu dan memantau kasus nya sob.

cutmemey: Van, plis selesaikan. Amanah mu ini brader. Yang kuat Audrey, kami bersamamu

aviwkila: Kaaakkk bantu tuntaskan Kaaakkk 

450 Sertifikat AN Cup 2019 Ditandatangani Pemain Sepakbola Dunia Dibagikan di Stable Berkuda Sekayu

Gunakan 4 Bahan Alami Ini Untuk Dapatkan Wajah Glowing & Tanpa Kerutan Seperti Bunga Citra Lestari

Bukti Sampah Plastik Tak Bisa Hancur, Bungkus Mie Instan Berusia 19 Tahun Ditemukan

Kronologi

Kronologi lengkap pengeroyokan terhadap AU bermula saat korban dijemput satu di antara oknum di kediaman kakeknya.

Oknum terduga pelaku yang merupakan siswi pelajar SMA ini meminta korban mempertemukannya dengan kakak sepupunya berinisial P dengan alasan ada yang ingin dibicarakan.

Ilustrasi
Ilustrasi (kolase instagram)

Au yang tidak mengenal para oknum menyanggupi hal itu dan menemui P bersama oknum terduga pelaku.

Setelah bertemu P, oknum yang menjemput ternyata tak sendiri.

Ada empat orang lain yang kemudian membawa Au dan P ke tempat sepi di Jalan Sulawesi.

Kakak sepupu korban kemudian terlibat baku hantam dengan oknum berinisial D.

Sementara tiga teman D melakukan kekerasan terhadap Au.

Korban dibully, rambutnya dijambak dan disiram menggunakan air.

Bahkan kepala korban dibenturkan ke aspal, dan perut korban diinjak.

Ada tiga oknum yang diduga melakukan kontak fisik dengan korban Au.

Sementara itu, ada sembilan siswi lain yang menyaksikan kejadian tersebut, sambil tertawa tanpa berupaya menolong korban.

Korban dianiaya di dua lokasi, di Jalan Sulawesi dan di Taman Akcaya.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku meninggalkan korban begitu saja.

Sebelum meninggalkan korban, pelaku sempat menyampaikan ancaman agar apa yang dialami korban tak diadukan kepada orangtuanya.

"Ada ancaman pelaku bahwa kalau sampai mengadu ke orangtuanya, akan mendapatkan perlakuan lebih parah lagi," kata Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu.

Menurut Tumbur, persoalan ini awalnya dipicu masalah cowok.

Menurut informasi yang diperoleh pihaknya, mantan pacar kakak sepupu korban menjalin dengan oknum pelaku penganiayaan ini.

Mereka ribut di media sosial, saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, korban mengalami muntah.

Bahkan saat ini korban dirawat di rumah sakit dan sudah dilakukan rontgen tengkorak kepala dan dada.

Penganiayaan yang dilakukan pelaku juga membuat korban mengalami trauma.

Menurut keterangan keluarga korban, Au sering mengigau seolah-olah masih dalam penganiayaan.

Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini ke jalur hukum, untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.

Keluarga korban juga menolak upaya mediasi yang ingin dilakukan oleh siapapun.

===

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved