Profil Kabag Humas Kemenag Sumsel Saefudin Latif, Fans Rhoma Irama Yang Juara di Tingkat Nasional

Lewat tangan dingin Kepala Bagian (Kabag) Humas Provinsi Sumsel, H. Saefudin Latif, S. Ag., M.Si., Kemenang Sumsel perlahan banyak menuai prestasi.

Penulis: Haris Widodo | Editor: Ahmad Sadam Husen
IST
Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pada tahun 2009, website Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) hampir diambil Kementrian Agama pusat karena dinilai terendah se-Indonesia.

Namun lewat tangan dingin Kepala Bagian (Kabag) Humas Provinsi Sumsel, H. Saefudin Latif, S. Ag., M.Si., Kemenang Sumsel perlahan banyak menuai prestasi, termasuk soal website.

“Karena website dulu menjadi penilaian secara nasional, dulu saya di suruh Pak Najib untuk mengangkat kembali web tersebut."

"Bersama dengan tim dan waktu yang sangat singkat, akhirnya kita dapat 4 besar nasional,” tuturnya kepada Sripoku.com, Sabtu (6/4/2019)

Ia mengatakan, setidaknya ada 13 penghargaan secara nasional yang sudah didapat, baik dari intern Kementrian Agama maupun dari Kominfo.

Bahkan humas se-Indonesia pernah melaksanakan studi banding ke Kanwil Kementrian Agama Provinsi Sumsel.

Tidak hanya itu, deputi dari Kominfo juga pernah  tertarik ingin melihat bagaimana pengelolahan website dari Kemenag Sumsel.

Herman Deru Didaulat Jadi Irup pada HAB Kemenag Sumsel

Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif.
Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif. (IST)

Pria kelahiran Gersik 5 Januari 1976 tersebut menyebutkan, pada tahun 2011 ia secara masif mengajak seluruh Kemenag dalam wilayah Sumsel, baik dari Kabupaten, Kota sampai Madrasah, untuk dijadikanya kontributor berita.

Hingga di tahun yang sama ia bersama tim mendapatkan juara 1 tingkat Nasional.

Sebelumnya di tahun 2007, majalah Kemenag Sumsel juga tidak berjalan atau dengan kata lain vakum.

Berkat d percayakan untuk menghidupkan kembali majalah dan website Kemenag Provinsi Sumsel, akhirnya banyak prestasi yang ia raih.

Mulai dari masuk 4 besar secara nasional, juara 1 tingkat nasional dan mendapatkan Achievement di tahun 2014 di bidang pengelolahan Kehumasan.

Saat ini inovasi yang sudah dilakukan olehnya ialah membuat studio mini di Kanwil Kementrian Agama yang bernama INMAS TV dengan program andalan talkshow.

Banyak narasumber yang telah di undang pada acara tersebut, seperti dari Bawaslu, KPU dan lain sebagainya.

Media inilah yang menurutnya menjadi jembatan informasi dari Kemenag Sumsel kepada masyarakat.

Anda bisa langsung kunjungi alamat websitenya di https://sumsel.kemenag.go.id dan juga Facebooknya di Kanwil Kemenag Sumsel.

Kemenag Imbau Calon Jemaah Haji Wajib Melunasi Biaya Haji, Waktu Pelunasan 19 Maret - 15 April

Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif.
Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif. (IST)

Dari keterangannya, sudah banyak yang menonton acara tersebut terutama dari Kementrian Agama dan juga seluruh masyarakat Indonesia.

Pembahasan tausiah, masalah haji, Ujian Nasional juga mereka bahas dalam salurannya.

Sementara itu dalam perjalanan karirnya, anak ke 4 dari 5 bersaudara ini tidaklah memiliki perjalanan yang mulus seperti yang dibayangkan.

Palembang bukanlah kota kelahirannya, melainkan kota perantauanya.

Pada tahun 1994, Saefudin memutuskan untuk merantau ke Kota Pempek.

Di kota inilah ia menuliskan kisah hidupnya yang tak bisa terlupakan, karena di kota ini ia memulai perjalanannya sebagai pedagang.

Hal ini harus ia lakukan guna menyambung hidupnya.

“Dulu orang tua hanya mampu kirim uang untuk 2 minggu saja. Untuk sisanya saya harus bertahan hidup dan itu dari berjualan,” jelasnya.

Kemenag Informasikan Rencana Perjalanan Haji 2019, Ini Alurnya

Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif.
Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif. (IST)

Kepada Sripoku.com, Saefudin mengaku jika barang dagangan yang ia jual pertama kali adalah pisang molen dan tempat berdagangnya pada waktu itu adalah di depan Masjid Al Gozali, Bukit, Palembang.

Setiap hari Jumat ia juga berjualan ikat pinggang di Masjid Agung Palembang, sampai-sampai dahulu ia pernah di kejar sat Pol-PP.

Pada tahun 1995, ia berkuliah di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang atau yang dulu bernama IAIN Raden Fatah Palembang.

Di kampus itulah ia mulai mengenal dunia jurnalistik dan pada tahun 2001 ia dapat mengaplikasikannya ke dunia kerja.

Tahun 2001, Saefudin bekerja menjadi wartawan untuk media Transparan dan 1 tahun kemudian ia menjadi redaktur di surat kabar Agung Post sampai tahun 2003.

Tahun 2003, ia baru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dimana ia diberi amanat tugas menjadi penyuluh agama di Pagaralam dan disana juga ia mendapat prestasi sebagai penyuluh agama teladan.

Baginya, tantangan untuk mengangkat kembali mengurusi majalah dan website bukanlah perkara yang sulit baginya.

Karena basic di dunia kewartawanan telah ia punya sebelumnya.

Saefudin mengatakan, dunia humas tidaklah jauh berbeda dari dunia kewartawanan karena sebagian pekerjaan humas sama seperti wartawan.

Tidak hanya, itu baginya menjadi humas harus mengerti akan tugas utama dari seorang humas.

Mengelola informasi, data, jaringan dan media adalah salah satu kunci utamanya.

Menurutnya, humas dituntun untuk menjadi garda terdepan dalam membangun citra yang positif bagi masyarakat.

Contohnya saja dengan adanya PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

Hal inilah yang menjadi peluang bagi humas untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif.
Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif. (IST)

Dibalik segala rutinitas yang ia jalani,  suami dari Nyimas Mariam ini ternyata adalah seorang fans setia dari raja dangdut tanah air, Rhoma Irama.

Hal ini jelas terlihat saat Sripoku.com berkunjung ke kantornya yang beralamat di jalan Ade Irma Nasution, Palembang.

Banyak sekali foto-foto Rhoma Irama menghiasi kantornya, mulai dari foto, lukisan dan juga kaset koleksinya.

Kepada Sripoku.co, Saefudin menceritakan jika dirinya adalah seorang fans berat Rhoma Irama

Bahkan ia adalah ketua Forsa (Fans of Rhoma & Soneta) se-Sumatra Selatan.

Ada cerita menarik yang disampaikan Saefudin kepada Sripoku.com ketika membahas soal Rhoma Irama.

Dahulu, ia bahkan mengakut tak pernah terpikirkan dapat mengidolakan sang satria bergitar.

Karena dulu di kampung halamannya Jawa Timur, saat itu anak-anak pada masanya lebih mengidolakan film perkelahian seperti Jaka Sembung.

Namun ia sangat heran kala itu Rhoma Irama bukanlah datang dari film perkelahian, melainkan datang dari Drama.

Pada waktu itu radio, media layar tancap dan media lainnya terus menayangkan hal-hal berbau Rhoma Irama, baik dari lagunya dan juga filmnya.

Dari situlah ia mencari tahu siapa sosok Rhoma Irama

Dari film kemudian lagu, Saefudin mulai menyukai ayah dari Ridho Rhoma tersebut.

Bahkan saat SMA, Uang SPP yang tadinya untuk dibayarkan sekolah justru ia belikan kaset dan juga untuk membeli tiket bioskop.

Ia bahkan sampai 3 kali membeli tiket bioskop untuk satu tontonan Rhoma Irama dalam satu hari tayang.

Ia juga pernah diminta guru untuk membuat surat pernyataan untuk pembayaran SPP.

Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif.
Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefudin Latif. (IST)

Berbicara koleksi kaset Rhoma Irama, sosok Saefudin jangan diragukan lagi.

Setidaknya dari 1.000 album yang dibuat oleh Rhoma Irama, 90% telah ia miliki.

Dan semua itumerupakan salah satu bagian dari hobinya dan bentuk kecintaanya terhadap Raja Dangdut Indonesia tersebut.

Tidak sampai di situ, skripsinya juga ia dedikasikan untuk Rhoma Irama.

Bahkan, skripsinya pun dibiayai Rhoma Irama.

Awal ceritanya, saat itu ia sedang di kampus dan melamun sambil berbicara di dalam hati

“Ya Allah, semua tujuan sudah saya capai namun satu lagi yang belum yaitu belum ketemu Bang Haji Rhoma Irama,” katanya Saefudin menceritakan masa lalunya kepada Sripoku.com

Lalu ada teman kuliahnya menunjukkan koran Sriwijaya Post dan memberitahukan kepadanya bahwa Rhoma Irama akan konser di Bangka Belitung, tepatnya di Pantai Pesisir Padi, Pangkal Pinang.

Mendengar hal tersebut, Saefudin langsung bergegas ke Pelabuhan Boom Baru untuk naik Jetfoil yang mengantarkannya bertemu Rhoma Irama di Bangka Belitung.

Dengan tekad yang kuat akhirnya ia dapat bertemu Raja Dangdut tersebut di Hotel Serata, Pantai Pasir Padi pada 14 April 1999.

Perasaan sangat senang ia ucapkan pada waktu itu dan langsung menceritakan kepada Rhoma bahwa ia sedang menulis skripsi tentang idolanya tersebut.

Tak disangka, disitulah ia mendapat respon dari Idolanya tersebut sampai akhirnya skripsi S1 miliknya di biayai oleh sosok yang terkenal dengan lagu Azza tersebut.

Tidak hanya itu, ayah dari M. Azza Abdallah dan M. Sulthan Syabana saat ini sedang menyelesaikan disertasinya di Malaysia yang juga mengangkat karya Rhoma Irama.

Baginya, sosok sang Raja Dangdut Indonesia ini adalah motivator baginya.

===

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved