Kartini Milenial Award 2019

Siti Aisyah Aidina Rasakan Langsung Apa yang Ada di Film Hidayah, Pengurus Panti Jompo

Dina merupakan seorang wanita muda dan aktif pada kegiatan sosial yaitu pengurus Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita, Km 5 Palembang.

Siti Aisyah Aidina Rasakan Langsung Apa yang Ada di Film Hidayah, Pengurus Panti Jompo
Tribun Sumsel/ Tiara Anggraini
Dina Menangis Saat Presentasikan Rutinitasnya Mengurus Orantua di Panti Jompo di Graha Tribun, Kamis (4/4/2019) 

SRIPOKU.COM-- Siti Aisyah Aidina (22 tahun), tak bisa lagi membendung air matanya saat presentasikan rutinitasnya mengurus orangtua di sebuah panti jompo di Palembang.

Wanita yang akrab di sapa Dina ini merupakan satu dari beberapa peserta Kartini Milenial Award (KMA) 2019 pada kategori sosial.

Dina merupakan seorang wanita muda dan aktif pada kegiatan sosial yaitu pengurus Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita, Km 5 Palembang.

Dina saat ini lolos ke babak 28 besar ajang Kartini Milenial Award 2019.

"Orangtua itu sanggup mengurus 10 anak kenapa kita tidak sanggup mengurus hanya 2 orangtua saja dan mereka tega mengantarkan orangtuanya ke panti Jompo padahal mereka masih gagah," ungkapnya sambil menangis menahan emosi saat presentasi di Graha Tribun Jalan Almasyah Ratu Prawinegara, Kamis (4/4/19).

Dian Pertiwi: Menumbuhkan Rasa Kepedulian, Yakin Mengajar di Pedalaman Akan Menjadi Candu

Mari Kenali Gejala Depresi, Secara Tak Sadar Sudah Anda Alami Tiap Hari, Berujung Pada Sakit Fisik

Satgas Antimafia Bola Periksa 4 Petinggi PSS Sleman Kasus Dugaan Pengaturan Pertandingan

Dina Menangis Saat Presentasikan Rutinitasnya Mengurus Orantua di Panti Jompo di Graha Tribun, Kamis (4/4/2019)
Dina Menangis Saat Presentasikan Rutinitasnya Mengurus Orantua di Panti Jompo di Graha Tribun, Kamis (4/4/2019) (Tribun Sumsel/ Tiara Anggraini)

"Saya tidak sedih tapi saya marah kok ada anak yang seperti itu, saya tidak percaya yang ada di film hidayah ternyata itu ada dan saya merasakannya secara langsung," tambahnya, beberapa kali mengusap air mata dengan kedua tangannya.

Bahkan Mely Arisandi salah satu dewan juri ketua dari PCMI terbawa emosi dan ikut menangis menyapukan tissu di matanya.

Mely dengan saksama mendengarkan penjelasan dari Dina dan melihat gambar-gambar yang ditampilkan pada layar proyektor.

"Saya tantang mereka kalau menitipkan orangtua tidak boleh komunikasi dan besuk pakai surat perjanjian di atas materai 6 ribu dan mereka menyanggupi," katanya sedikit emosi marah.

"Bahkan ada yang meninggal kita hubungin mereka bilang itu salah sambung, sampai hati mereka melakukan seperti itu," tambahnya lagi.

Saat selesai presentasi Dina yang bersalaman terus diberi semangat oleh dewan juri dan terus ikhlas dalam mengurus para orangtua.

"Semangat Dina, terus ikhlas saya yakin ini panggilan jiwa kamu dan apapun yang kamu lakukan akan bernilai ibadah nantinya," ungkap Weny Ramdiastuti salah satu juri, Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel.

Artikel ini telah tayang disitus tribunsumsel.com dengan judul:

Dina Menangis Ceritakan Rutinitasnya di Panti Jompo, Kisah di Film Hidayah Nyata Dirasakan Langsung

Editor: ewis herwis
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved