Berita Palembang

Sejarah Pulau Kemaro Masih Perlu Diluruskan, Berikut Tanggapan Kepala Dinas Pariwisata Palembang

Pulau Kemaro yang kini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kota Palembang dalam beberapa tahun terakhir, ternyata diduga memiliki sejarah

Sejarah Pulau Kemaro Masih Perlu Diluruskan, Berikut Tanggapan Kepala Dinas Pariwisata Palembang
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Sejumlah warga berwisata di Pulau Kemaro Palembang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Mengungkap serta meluruskan sejarah di suatu daerah atau tempat tertentu sudah menjadi kewajiban bersama agar kebenaran akan sejarah itu menjadi terang benderang, sehingga kebenaran informasi tersebut berguna bagi seluruh lapisan masyarakat agar bisa mengambil manfaat serta nilai dari sejarahnya.

Hal itu lantaran, dibalik bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Seperti halnya Pulau Kemaro yang kini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kota Palembang dalam beberapa tahun terakhir, ternyata diduga memiliki sejarah tersimpan dan berbeda dari yang kita lihat dan rasakan sekarang ini.

Makan Petai & Jengkol Ternyata Bermanfaat, Ini Tips Cara Menghilangkan Aromanya Setelah Dikonsumsi

Waspada! 6 Gejala Ini Tunjukkan Tubuh Menderita Miom, Awas Masih Banyak yang Tak Sadar!

Sinetron Cinta Suci di SCTV Malam Ini Kamis 4 April 2019 Jam 20.10 WIB

“Manuskrip-manuskrip sejarah tentang Pulau Kemaro harus kembali dibuka,” ujar Sekjen FPI Sumsel, Habib Mahdi Syahab, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, Pemerintah Kota dan masyarakat Palembang, harus berupaya merestorasi Pulau Kemaro agar kembali seperti ke bentuk zaman sebelumnya, kemudian mencari sebab apa yang menjadi faktor dari perubahan tersebut dan hal ini perlu menjadi perhatian khusus terutama pihak Pemerintah Kota Palembang.

Kalau perlu, kata Habib Mahdi, diadakan seminar khusus dan kajian-kajian oleh para ahli sejarah dengan melibatkan Arkeolog dan semua pihak terkait yang mengurusi tentang situs cagar budaya, buka dan pelajari kembali sejarah manuskrip-manuskrip lama, agar tempat tersebut kembali terlihat apa fungsi sebenarnya dari awal dan nilai sejarah apa yang terkandung dari tempat itu.

“Siapa sebetulnya yang dimakamkan disana, semua itu harus terjawab,” jelasnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musirawas Tata Hutan Kota dengan Konsep Hutan Kota Pelangi

Agus Tembak Hunter Polresta Palembang Kembali Beraksi, 3 Timah Panas Bersarang di Kaki Agus Bayonet

Prihatin Rumah Adat di Komplek Dekranasda

Terjadi suatu perubahan drastis tanpa adanya kajian, hal itu membingungkan bagi masyarakat apalagi dirinya sudah melihat tempat itu sebelumnya, namun kini tiba-tiba tempat itu sudah berubah dengan begitu cepat tanpa ada pembahasan sebelumnya.

“Saya pikir kalau tempat itu sudah dikembalikan seperti asalnya, bisa lebih meningkatkan pendapatan daerah dari sektor Pariwisata,” ungkapnya.

Lanjut Habib Mahdi, karena tempat itu nantinya, bukan hanya menjadi suatu tempat gelaran event tahunan saja, melainkan akan menjadi tempat suatu event yang luar biasa lagi dan tentunya akan menjadi tempat wisata menarik bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Palembang, bukan hanya milik kelompok tertentu, bukan milik etnis tertentu tapi milik semua masyarakat Kota Palembang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani, berpendapat kalau memang ada informasi tersebut, pihaknya akan mengajak sejarawan dan seluruh dinas terkait untuk mengkaji informasi itu, serta akan berupaya meluruskan kembali sejarah dan akan mengekskavasi Pulau Kemaro.

Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Kotak Sampah, Petugas DKK: Pas Pilih Sampah Liat Kuping Taunyo Bayi

BREAKING NEWS : Penemuan Mayat Bayi di Bak Sampah Rumah Warga Jalan Perikanan Swadaya Palembang

Sriwijaya FC Kembali Layangkan Surat ke PT LIB Desak Operator Liga Segera Cairkan Dana yang Tertunda

“Kami juga kan baru tahu , kalau ada info tersebut, aku kan baru dua tahun di Dinas Pariwisata, kejadian itu kan sekitar 13 tahun yang lalu, jadi kalau memang ada sejarah seperti itu, kita akan undang sejarawan, kita luruskan, kita kembali kan, kita ajak ngomong dengan yang punyo lahan,” kata Isnaini.

Kebenarannya, bahwa kawasan Pagoda dari Pulau Kemaro itu, dahulunya ada tulisan-tulisan bahasa Arab atau Aksara Arab, nanti dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak sejarawan dan Dinas terkait dan Dinas kebudayaan Palembang untuk mengecek ke Pulau Kemaro.

“Kalau benar Pulau Kemaro punya sejarah tersendiri, akan kita luruskan dan kembalikan kefungsi awalnya,” jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved