Berita OKUT

Babinsa Koramil 403-04/Belitang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 403-04/Belitang bersama warga masyarakat Desa Nusa Agung dan Nusa Maju, Kecamatan Belitang 3

Babinsa Koramil 403-04/Belitang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat
Istimewa
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 403-04/Belitang bersama warga masyarakat Desa Nusa Agung dan Nusa Maju, Kecamatan Belitang 3, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) 

SRIPOKU.COM, OKUT-- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 403-04/Belitang bersama warga masyarakat Desa Nusa Agung dan Nusa Maju, Kecamatan Belitang 3, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur gotong royong membangun jembatan darurat penghubung antar dua Desa yang putus akibat hujan beberapa waktu lalu, meski tak ada korban jiwa, namun hujan tersebut merobohkan jembatan yang ada, Rabu (3/4/2019).

Kegiatan gotong royong dimulai sejak pagi dengan mengangkut beberapa pohon kelapa untuk dijadikan tiang penyangga jembatan dan beberapa papan untuk lantai jembatan darurat dengan lebar sekitar 2 meter agar bisa dilewati kendaraan bermotor, khususnya roda dua.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 403-04/Belitang bersama warga masyarakat Desa Nusa Agung dan Nusa Maju, Kecamatan Belitang 3, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 403-04/Belitang bersama warga masyarakat Desa Nusa Agung dan Nusa Maju, Kecamatan Belitang 3, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) (Istimewa)

Setir Truk Mendadak Terkunci, Truk Sawit Terjun dari Jembatan Keramasan

Deretan Seleb yang Jatuh ke Pelukan Daun Muda, Ada yang Bahkan Nyaris Seumuran dengan Anak Tiri

Komandan Kodim 0403/OKU Letkol Arm Agung Widodo, S.Sos. melalui Komandan Koramil 403-04/Belitang Kapten Inf Surasa mengungkapkan, perbaikan jembatan dilakukan sekitar 40 masyarakat dari dua Desa yakni Desa Nusa Agung dan Nusa Maju bersama Babinsa Serda Made. Jembatan yang rusak tersebut dibangun secara darurat menggunakan beberapa pohon kelapa dan papan kayu untuk menghubungkan dua Desa yang terputus tersebut.


“Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena merupakan jalur alternatif yang menghubungkan dua Desa. Sebelumnya jembatan yang rusak terbuat dari beton. Akibat tanah terkikis air sungai, sehingga jembatan tersebut roboh dan tidak dapat dilalui sama sekali”, kata Kapten Inf Surasa.

Selain jalur alternatif, warga dua Desa di Kecamatan Belitang 3 OKU Timur ini, jembatan tersebut juga merupakan jalur pertanian warga. Jalan ini menjadi salah satu jalan penunjang pertanian masyarakat. “Di jalur ini banyak kebun karet dan sawah milik warga. Jadi jika jembatan ini terputus, maka menyulitkan warga untuk membawa hasil perkebunan dan hasil pertanian mereka”, jelas Kapten Surasa.

Mantan Danramil 403-12/Baturaja ini juga menghimbau masyarakat untuk waspada saat melewati jembatan darurat tersebut apalagi saat hujan. Badan jembatan bisa menjadi licin dan pengaman sisi jembatan juga tidak terlalu kuat karena terbuat dari kayu. “Jembatan ini sifatnya darurat dan terbuat dari pohon kelapa dan kayu. Sehingga kemungkinan saat hujan jembatan ini licin dan masyarakat diharapkan dapat berhati-hati saat melintas”, pungkasnya. (Rel)

===

Penulis: Zaini
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved