Breaking News:

Tergerus Arus Sumgai Enim, Rumah Imbron Terancam Longsor

Akibat tergerus arus Sungai Enim, satu buah rumah milik Imbron (65) warga Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, terancam ambruk

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak sebagian tanah di pinggir bantaran Sungai Enim tergerus sehingga beberapa rumah warga terancam ambruk, di Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM, --- Akibat tergerus arus Sungai Enim, satu buah rumah milik Imbron (65) warga Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, terancam ambruk terkena longsor, Rabu (3/4/2019).

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, akibat erosi beberapa rumah terutama yang terletak di bantaran Sungai Enim terancam longsor dan ambruk. Bahkan beberapa tanah terlihat retak-retak dan turun yang sewaktu-waktu bisa terjadi longsor yang membahayakan jiwa.

Menurut Imbron (65) salah seorang warga Desa Darmo yang menjadi korban tanah longsir, mengatakan bahwa rumah pamggung miliknya berukuran sekitar 8 x 5 meter yang dihuni tiga kepala keluarga,dahulu ia bangun sekitar 50 meter dari bibir Sungai Enim.

Seiring dengan waktu, Sungai Enim terus menggerus tanah sehingga akhirnya mendekati rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter lagi dari bibir Sungai Enim. Bahkan tanah di sekitar rumahnya mulai terlihat retak-retak dan turun. Dan permasalahan ini, sudah ia laporkan ke pemerintah desa dan Kecamatan.

Tampak sebagian tanah di pinggir bantaran Sungai Enim tergerus sehingga beberapa rumah warga terancam ambruk, di Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim.
Tampak sebagian tanah di pinggir bantaran Sungai Enim tergerus sehingga beberapa rumah warga terancam ambruk, di Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim. (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

“Permasalahan ini sudah saya sampaikan secara lisan. Saya minta untuk diberikan beronjong permanen," ujar kakek yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini.

Dikatakan Imbron, bahwa pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang rumahnya terancam longsor yakni agar bisa membangun tembok penahan yang permanen agar rumah masyarakat tidak terbawa tanah yang longsor.

Dan diakuinya, sekitar tahun 2011-2012 lalu, pemerintah pernah membangun beronjong untuk menahan tanah agar tidak longsor, tapi saat ini beronjong tersebut sudah tidak terlihat lagi karena ikut longsor.

Hal senada dikatakan Abil (45) bahwa beberapa waktu yang lalu, pernah ada terjadi longsor yang menyeret beberapa rumah dan Istalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL). Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan sekali bantuan pembangunan beronjong atau tembok penahan yang permanent.(ari)

===

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved