Berita Palembang

Disinyalir Kapal yang Beroperasi di Sumsel Banyak tidak Laik Layar, Dishub Perketat Pengawasan

Banyaknya kapal yang beroperasi di Sumsel tak memenuhi standar keselamatan dan kelaikan berlayar.

Disinyalir Kapal yang Beroperasi di Sumsel Banyak tidak Laik Layar, Dishub Perketat Pengawasan
ilustrasi
ilustrasi kapal karam 

Laporan wartawan sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG–Banyaknya kapal yang beroperasi di Sumsel tak memenuhi standar keselamatan dan kelaikan berlayar.

Hal ini membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel akan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mendapatkan Surat Ukur Kapal.

Surat Ukur Kapal merupakan surat yang dikeluarkan Dishub terhadap kelaikan kapal yang beroperasi. Selama ini, Dishub mengaku hanya mengeluarkan surat tersebut satu kali untuk satu kapal yang berlayar tanpa ada perpanjangan.

"Jadi surat izinnya akan kami perketat dengan pengawasan berkala. Masa berlakunya misalnya satu tahun. Dengan demikian kapal yang beroperasi bisa dipantau standarisasinya," ujar Kadishub Sumsel Nelson Firdaus melalui Kabid Pelayaran, Sardiman, Rabu (3/4/2019).

Sardiman menjelaskan, diperketatnya SOP Surat Ukur Kapal ini bermula dari banyaknya kapal yang telah berubah ukuran atau dimodifikasi yang tidak sesuai dengan surat yang dikeluarkan.

Padahal kapal yang telah dinyatakan layak melalui Surat Ukur tidak boleh dimodifikasi. Kalaupun ada modifikasi, nantinya akan dilakukan pengukuran kembali.

Warga Tanjung Seteko Heboh, Muncul Semburan Air Mirip Gas Alam dari Dalam Aliran Sungai

Berita Eksklusif: Biaya Hidup Mahasiswa Rantau di Palembang Lebih Mahal Ketimbang di Jawa

Bank Sumsel Babel (BSB) Siapkan 50 Ribu Keping Uang Elektronik, Untuk Bayar LRT, TM, dan Masuk Tol

Dengan surat ukur itulah pihaknya akan melakukan penyeragaman bentuk kapal yang memenuhi standar keselamatan dan kelaikan beroperasi.

"Banyak kapal yang tak memenuhi standar. Maka itu kita makin perketat surat ukur kapal ini," tegasnya.

Dijelaskannya, pantauan pihaknya di lapangan masih banyak menemukan kapal yang beroperasi tanpa peralatan keselamatan yang lengkap.

Seperti life jacket di satu kapal yang harusnya 9 hanya ada 5. Kemudian, ada juga yang tidak memiliki P3K dan peralatan lainnya yang sesuai dengan ketentuan keselamatan yang ditetapkan.

“Nantinya akan ada pengawasan rutin terhadap kapal yang beroperasi. Agar peralatan keselamatan ini bisa dipenuhi sehingga bisa menekan angka kecelakaan sungai," harap Sardiman. (Oca)

===

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved