Merasa Kecewa Keputusan Wawako , Warga Taman Sari Pilih Bongkar Sendiri Cafe Tamsar Palembang

Kecewa dengan keputusan ini warga pun yang dikomandoi ketua RW dan Ketua RT memilih untuk membongkar sendiri bangunan cafe tersebut.

Merasa Kecewa Keputusan Wawako , Warga Taman Sari Pilih Bongkar Sendiri Cafe Tamsar Palembang
SRIPOKU.COM/CR2
Warga memilih membongkar sendiri bangunan Cafe Tamsar yang berdiri diatas Fasum Stasiun LRT RSUD KM 6 Palembang.

Merasa Kecewa Keputusan Wawako Palembang, Warga Taman Sari Pilih Bongkar Sendiri Cafe Tamsar Palembang

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Terkait adanya bangunan cafe yang berdiri diatas fasilitas Umum (Fasum) tepatnya di sebelah Stasiun LRT RSUD KM 6 Palembang yang diduga tidak memiliki izin, sehingga terancam dibongkar karena sudah mendapatkan SP (Surat Peringatan) 2 dari pihak Pemerintah Kota Palembang.

Kecewa dengan keputusan ini warga pun yang dikomandoi ketua RW dan Ketua RT memilih untuk membongkar sendiri bangunan cafe tersebut.

“Setelah rapat dengan RW dan RT , warga Taman Sari dengan rasa kecewa mereka membongkar sendiri Cafe Tamsar sesuai dengan perintah Wawako,” ungkap donatur Cafe Tamsar Palembang, Sudirman Teguh saat dikonfirmasi, Selasa (2/4/2019).

Menurut Sudirman, sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas Bebas Macet dan Peduli LRT berinisiatif mendirikan cafe karena membantu untuk mensosialisasikan LRT Sumsel yang saat ini masih sepi penumpang.

Sehingga, dengan didirikannya bangunan cafe ini, warga yang tidak begitu mengetahui tentang LRT ini bisa mendapat penhetahuan, misalnya jadwal serta tiket LRT, lantaran selama ini masyarakat yang hendak mengetahui tentang kereta api ringan ini harus terlebih dahulu mencoba.

“Karena di sini ada Stasiun LRT. Jadi masyarakat terinspirasi untuk membangun sebuah tempat nongkrong dan didirikanlah cafe ini di lahan terbuka hijau dan tidak merusak tamannya,” ungkap Sudirman.

Menurut dia, yang menjadi pengelola Cafe Tamsar ini sendiri adalah warga setempat yang diketuai Ketua RW dan 2 RT.

“Karena tempat ini dahulunya adalah tempat warga berbuat tak senonoh, baik muda-mudi atau warga lainnya, maka didirikanlah bangunan ini untuk sekedar bertuklar pikiran. Karena kalau mau mencari untung dari hanya menjual kopi tidak seberapa,” jelas dia.

Justru, kata Sudirman, setelah warga membongkar sendiri bangunan cafe ini, masyarakat malah menanyakan bangunan berbentuk ruko yang diduga tidak memiliki Izin mendirikan bangunan (IMB).

“Warga malah menanyakan bangunan yang bertuliskan ‘Tolong Pak Walikota Palembang, bangunan didepan ini tanpa IMB dan sudah SP 3 Tapi Tetap Berdiri’, nah mereka menanyakan hal tersebut,” jelas Sudirman Teguh.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPKAD Palembang, Hoyin berkata, bahwa sesuai sidak dilakukan Wakil Walikota Palembang, bahwa memang benar cafe Tamsar berdiri diatas Fasum, sehingga terancam dieksekusi atau dibongkar.

“Sekarang sudah SP 2 dan 7 hari kedepan akan dilakukan eksekusi,” jelasnya.(cr2)

===

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved