Berita Palembang

Jokowi: Penghapusan Pendidikan Agama itu Bohong, Azan Dilarang itu Fitnah, Pernikahan Sejenis Itu ?

Calon Presiden RI nomor 01 Ir H Joko Widodo dalam orasi politiknya meminta masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu menjelang pemilu.

Jokowi: Penghapusan Pendidikan Agama itu Bohong, Azan Dilarang itu Fitnah, Pernikahan Sejenis Itu ?
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ Capres 01 Ir H Joko Widodo beserta istrinya Iriana Jokowi menyapa warga dari atas mobil yang dimodif seperti Perahu Sriwijaya pada karnaval dari Transmart menuju PSCC, Selasa (2/4/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Calon Presiden RI nomor 01 Ir H Joko Widodo dalam orasi politiknya meminta masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu yang berkembang menjelang pemilu.

"Penghapusan pendidikan agama itu bohong, legalisasi pernikahan sesama jenis itu hoax, adzan akan dilarang apabila saya terpilih lagi itu fitnah. Ini harus diluruskan, bantu saya luruskan ini karena 9 juta orang percaya isu seperti ini," ungkap Jokowi di atas panggung Kampanye Akbar di Gedung PSCC, Selasa (2/4/2019).

Turut hadir duduk bersila di atas panggung yakni Ketua TKD KIK Jokowi-Amin Sumsel Ir H Syahrial, Pembina Ir H Alex Noerdin SH, Penasehat H Herman Deru SH MM, Tim TKD Kabupaten Muba H Dodi Reza Alex.

Tampak juga di dalam gedung beberapa Menteri seperti Puan Maharani, Pramono Anung, Ryamizard Ryacudu, Budi Karya Sumadi, Basuki Hadi Muljuno.

Berbagai hal dibahas Jokowi. Antara lain meminta masyarakat mengapresiasi peran TNI yang menjaga kedaulatan negara sejak kemerdekaan. Kekuatan TNI bahkan menjadi nomor 1 di ASEAN dan 15 tingkat dunia.

Kampanye terbuka dihadiri ribuan pendukungnya dari kota pempek itu.

Menurut Jokowi, Indonesia harus memilih kekuatan militer yang besar untuk menjaga kedaulatan. Dan itu sudah dilakukan TNI selama 70 tahun secara maksimal.

"Lebih dari 70 tahun TNI menjaga kedaulatan Indonesia. Saya memberikan penghargaan dan apresiasi. Karena itu jangan sampai ada yang meremehkan, menjelek-jelekkan TNI," kata Jokowi.

Jokowi menyayangkan pihak yang meragukan kualitas dan kuantitas militer Indonesia. Namun, dia mengimbau masyarakat tidak lantas mengikutinya.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved