Kasus Pembunuhan Pendeta di Sungai Baung

Tersangka Nang dan Hendri Sempat Pura-pura Ikut Bergabung dengan Warga Mencari Melinda

Tanpa bersalah tersangka Nang dan Hendri sempat pura-pura mencari korban Melinda Zidemi ketika terjadi heboh calon pendeta tidak pulang ke mess.

Tersangka Nang dan Hendri Sempat Pura-pura Ikut Bergabung dengan Warga Mencari Melinda
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Tersangka Henri dan Nang pembunuh Melinda Zidemi-calon Pendeta di Sungai Baung Air Sugihan Kabupaten OKI Sumatera Selatan saat dilakukan gelar perkara di Mapolda Sumsel, Jumat (28/3). 

Laporan wartawan Sripoku.com Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tanpa rasa bersalah tersangka Nang dan Hendri sempat ikut mencari korban Melinda Zidemi ketika warga yang tinggal di Desa Sungai Baung Air Sugihan OKI, Sumsel heboh sang calon Pendeta tidak pulang ke messnya hingga malam hari.

"Jadi kami setelah melakukan pembunuhan, langsung balik ke mess. Malamnya kami dengar kalau ada yang hilang," ujar pelaku Nang, Jumat (29/3).

Pada malam kejadian, Senin (25/3) saat warga heboh mencari korban, kedua pelaku ikut bergabung dengan warga Divisi 4 guna mencari keberadaan sang Vikaris.

"Malam itu waktu dikabarkan ada warga yang hilang, kami ikut berkumpul. Kami berjalan ke kebon bersama warga," jelasnya.

Sepulang mencari, kedua tersangka sedikit bernafas legah, dan kembali ke mess karyawan untuk tidur. Baru pagi keesokan harinya, mereka mendengar jika korban sudah ditemukan tidak bernyawa.

Diduga Cemburu Nasir Membacok Istrinya dan Tetangganya Hingga Tewas di Tempat Kejadian di OKI

Diduga tak Ada Izin, Cafe Tamsar Dibangun di Atas Fasum LRT RSUD Km 6 Palembang Terancam Dieksekusi

Safari Jumat di Pulo Gadung, Gubernur Sumsel Herman Deru Ingin Lihat Kondisi Real Warganya

"Paginya kami baru mendapat kabar kalau korban sudah ditemukan. Hari ditemukan kami tidak bekerja karena warga sedang berduka. Besoknya kami baru bekerja lagi sebelum ditangkap," ujarnya.

Sementara, Pimpinan Pusat Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Pendeta Trisno Kurniadi mengapresiasi langkah cepat jajaran kepolisian Polda Sumsel, Polres OKI dan Polsek Air sugihan, dalam menuntaskan kasus pembunuhan seorang calon pendeta.

"Tentunya saya atas nama pimpinan pusat gereja Kristen saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolda dan Polri serta jajarannya dengan secepatnya mengungkap kasus pembunuhan ini. Secara manusiawi kami marah dengan perbuatan yang sangat biadab. Tapi kami belajar memaafkan, tapi hukum tetap ditegakkan. Dituntut semaksimal mungkin saja sesuai hukum," jelasnya.

Melinda selama mengabdi di GKII, dikenal sebagai anak yang baik, setia dalam menjalankan tugasnya meski ditempatkan di daerah baru.

"Melinda anak sangat baik, setia dalam menjalankan tugas, tidak pernah mengeluh ditempatkan dimana saja. Status Melinda dalam rangka ikatan dinas, diatur pihak kampus dan gereja. Surat tugasnya 2 tahun," jelasnya. (mg2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved