Berita Palembang

Setiap Daerah Wajib Miliki Tim Ahli Cagar Budaya, di Sumsel Baru Kabupaten OKU yang Sudah Dibentuk

Setiap Daerah Diwajibkan Miliki Tim Ahli Cagar Budaya, di Sumsel Baru Kabupaten OKU yang Sudah Dibentuk

Setiap Daerah Wajib Miliki Tim Ahli Cagar Budaya, di Sumsel Baru Kabupaten OKU yang Sudah Dibentuk
SRIPOKU.COM/REIGAN
Salah satu anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumatera Selatan, Yudhy Syarofie. 

Setiap Daerah Diwajibkan Miliki Tim Ahli Cagar Budaya, di Sumsel Baru Kabupaten OKU yang Sudah Dibentuk

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah mewajibkan setiap daerah di provinsi dan kabupaten/kota membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Hal ini sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pasal 1 angka 13 juncto pasal 31 ayat (3).

Namun begitu di Provinsi Sumatera Selatan sendiri baru satu daerah yakni Kabupaten OKU yang sudah membentuk tim ahli cagar budaya, sedangkan wilayah lain termasuk Kota Palembang sendiri belum ada tim tersebut.

Tim Ahli Cagar Budaya atau TACB ini sendiri adalah sekelompok ahli pelestarian dari berbagai bidang ilmu yang memiliki sertifikat kompetensi untuk memberikan rekomendasi penetapan, pemeringkatan, dan penghapusan cagar budaya kepada menteri, gubernur, bupati atau walikota setempat sesuai dengan tugasnya, dengan masa tugas TACB selama dua tahun dan dapat diangkat kembali.

Diduga Cinta Terpendam, Ternyata Begini Cara Pelaku Habisi Nyawa Pendeta Melinda Zidemi di Kebun

Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya Daerah tersebut sangat penting dalam upaya mendorong percepatan penetapan cagar budaya sebagai warisan budaya yang berada di wilayahnya.

Salah satu anggota TACB Sumatera Selatan (Sumsel), Yudhy Syarofi menilai, secara formal Palembang belum punya tim ahli cagar budaya dan harus segera dibentuk yang jumlahnya harus 5 orang minimal dan maksimal 7 orang.

Hal ini penting dilakukan mengingat pembentukan tim ini harus segera disertifikasi karena Kemendikbud pada 3 Januari 2019 lalu sudah mengatakan bahwa tiap daerah wajib punya TACB.

Menurut Yudhy, sejak 2017 penetapan assessment itu dilakukan dengan biaya sendiri oleh masing-masing daerah dan biayanya perorangnya lumayan besar.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved